KAPOL.ID – Menteri Sosial Tri Rismaharini berkali-kali mengunjungi posko pengungsi untuk menyemangati 1.600 staf Kemensos dan 600 Tagana yang masih bertahan membantu Pemkab Cianjur dalam masa tanggap darurat.
Ia sangat konsen terhadap pemulihan gempa Cianjur.
Ada dua posko yang sering dikunjungi Ibu Risma sapaan akrabnya adalah Posko pengungsi Lapang Jagaraksa Kecamatan Warungkondang dan posko pengungsi Lapang Cariu Kecamatan Cugenang.
Di dua tempat ini Risma sering menghabiskan waktu seharian, berkeliling ke tenda pengungsi, bermain bersama anak-anak, sampai melihat pekerjaan ibu-ibu di dapur umum.
Rabu (4/1/2023), Risma sejak pagi setelah mendirikan dapur umum di kawasan Cijedil Cugenang, langsung bertolak ke Lapang Jagaraksa Cugenang.
Ia disambut oleh Camat Warungkondang, Kapolsek, dan Danramil.
Mereka sudah seperti teman lama yang tak bertemu. Keakraban pun langsung terasa ketika mereka mengobrol duduk di dalam sebuah tenda dengan hidangan air kelapa muda yang langsung diteguk oleh Risma.
Risma mempunyai misi saat ini bagaimana melatih para pengungsi terutama ibu-ibu agar tetap berpenghasilan meski tinggal di tenda pengungsian.
Tepat di hadapan Risma yang sedang asyik mengobrol, ibu-ibu pengungsi ada yang berjualan seblak, sosis, dan warung nasi sederhana.
Risma mempersilakan tamu yang hadir termasuk media untuk mencicipi masakan yang dijual ibu-ibu pengungsi.
Ia pun tak ragu langsung menyantap hidangan seblak yang masih hangat yang disajikan.
“Ayo coba masakan yang dijual ibu-ibu pengungsi di sini,” ujar Risma.
Dengan semangat para pengungsi langsung menghidangkan satu persatu masakan ke meja ibu Menteri dan rombongan.
Selesai menyantap hidangan yang dijual para pengungsi, Risma berkeliling memastikan programnya berjalan di masa pemulihan ini.
“Saya sampaikan saat ini harus melatih ibu-ibu pengungsi agar mereka bisa mandiri, sejak awal bulan staf Kemensos yang ada di sini 1600-an kemudian Tagana sendiri antara 600 sampai 700, mereka ada yang pulang pergi,” kata Risma.
Risma mengatakan, jumlah dari luar Jabar berkurang karena saat ini semua siaga di wilayah masing-masing yang terkena bencana banjir.
Ia mengapresiasi semua pihak yang telah membantu pemulihan gempa Cianjur terutama menyuplai bahan makanan untuk dapur umum.
“Anggaran Kemensos juga terbatas, apalagi sekarang Jawa Tengah juga banyak banjir, jadi kami juga banyak mendirikan dapur umum,” kata Risma.
Ia mengatakan, kepedulian daripada siapapun yang mampu itu sangat akan membantu untuk meringankan beban korban gempa yang mengalami musibah begitu.
“Jadi kami masih berharap partisipasi dari semua pihak yang mampu untuk kepeduliannya membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah,” katanya.
Camat Warungkondang, Ali Akbar, mengatakan, hingga saat ini di Lapang Jagaraksa aktivitas dapur umum tetap berjalan karena ada pengungsi yang dilatih untuk mandiri.
“Ibu Mensos sudah tiga kali datang ke Warungkondang, ia peduli dengan warga Warungkondang yang terdampak dan banyak yabg perlu perhatian khusus,” katanya.
Ali mengatakan, untuk keperluan logistik saat ini masih mencukupi untuk para pengungsi
“Hari ini saja ada 500 paket sembako ke gudang Al Hadi, kami mulai melakukan pemberian secara teratur harus disertai data kondisi mengingat pemulihan yang masih belum pasti sampai kapannya,” ujarnya.
Pagi harinya, Menteri Sosial mendampingi Wakil Presiden RI yang menyerahkan santunan tahap II kepada ahli waris korban meninggal sebanyak 478 jiwa, penyerahan dilakukan di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.
Masing-masing ahli waris mendapatkan santunan sebesar Rp15 juta. Total santunan tahap II yang diberikan adalah senilai Rp 7,17 M;
Adapun santunan tahap I telah diberikan oleh Presiden RI pada tanggal 9 Desember 2022. Sebanyak 122 jiwa menerima santunan masing-masing sebesar Rp 15 jita, dengan total santunan senilai Rp 1,8 M.






