KAPOL.ID – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Rooftop Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Selasa (31/3/2026). Para “nakhoda” Sekretariat DPRD (Sekwan) lintas generasi berkumpul kembali dalam acara Halal Bihalal yang digelar untuk mempererat tali silaturahmi.
Hadir dalam kesempatan tersebut para mantan Sekretaris DPRD Jabar periode 2010-2025, di antaranya Drs. HM. Hatta Eddiyana, Hj. Ida Hernida, Drs. Daud Achmad, Ir. H. Toto Muhammad Toha, Dr. Hj. Ida Wahida Hidayati, hingga Drs. H. Barnas Adjidin. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Sekwan saat ini, Dr. H. Dodi Sukmayana, beserta jajaran keluarga besar PWRI dan karyawan Sekretariat DPRD Jabar.
Ketua DPRD Jawa Barat, Buky Wibawa, dalam sambutannya melontarkan pujian bagi para mantan Sekwan. Menurutnya, mereka yang pernah duduk di kursi Sekwan adalah sosok-sosok yang sudah “khatam” dan teruji.
”Menjadi Sekwan itu posisi yang tidak mudah. Mengorkestrasi 120 Anggota Dewan dengan 120 kemauan, orientasi, dan cara pandang yang berbeda-beda itu tugas berat. Para mantan Sekwan ini sudah paham betul rasanya,” ujar Buky
Buky menekankan bahwa kunci keberhasilan seorang pemimpin, termasuk Sekwan, bukan sekadar pada skill teknis, melainkan pada personality atau kepribadian.
”Tadi banyak yang bilang Pak Dodi itu bageur, melayani. Itu artinya kepribadian lebih unggul. Pemimpin itu harus punya likeability, harus bikin ngangenin. Kalau kita dirindukan orang, itu tandanya kepribadian kita menarik,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Buky juga menyinggung soal marwah lembaga. Baginya, menjaga marwah DPRD tidak harus dilakukan dengan cara reaktif atau terus-terusan berkonfrontasi dengan eksekutif di media sosial.
”Ada yang bilang DPRD harus kencang ke eksekutif. Saya bilang, marwah itu adalah ketika saya mampu mengharmonikan hubungan antara DPRD dan eksekutif. Tujuannya sama, untuk masyarakat,” tegas Buky.
Ia menambahkan, prinsip kerjanya adalah memahami alur pikir Gubernur sebagai eksekutor kebijakan. Buky mengaku lebih memilih berkomunikasi langsung secara personal dengan Gubernur jika ada hal urgen daripada harus mengumbar ego di ruang publik.
”Saya tidak merasa harus ada ‘dua matahari’. Tidak perlu terlalu berisik di medsos. Yang penting tugas melayani anggota dewan jalan, dan hubungan dengan Gubernur tidak kontraproduktif,” tambahnya.
Meski menjabat sebagai orang nomor satu di legislatif Jawa Barat, Buky mengaku enggan mengubah kepribadiannya. Ia bahkan mengaku lebih nyaman bergerak tanpa kawalan ketat atau prosedur protokoler
”Jujur, saya tidak betah diikuti ajudan terus-menerus. Hari ini pun saya tidak pakai patwal. Saya ingin posisi ini tidak merubah pribadi saya,” tuturnya.
Acara Halal Bihalal ini pun menjadi ajang bernostalgia. Buky berharap memori positif yang ditinggalkan para senior Sekwan bisa menjadi pelajaran berharga bagi staf di lingkungan DPRD Jabar.
”Setiap pimpinan memberikan warna dan kenangan. Semoga silaturahmi ini terus terjaga, dan kita semua diberi kesehatan lahir batin,” pungkasnya (Jae)












