KAPOL.ID – Menjadi pemimpin wilayah bukan sekadar urusan administratif, melainkan tentang bagaimana hadir di tengah kegelisahan warga.
Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Kiki Hakiki, S.Ag., Camat Buahdua, Kabupaten Sumedang. Meski baru menjabat selama enam bulan, kiprahnya telah mencuri perhatian masyarakat melalui pendekatan yang responsif dan penuh tanggung jawab.
Dedikasi Kiki dibuktikan nyata dalam penanganan aspirasi warga terkait proyek pembangunan jalan Bujurul–Sanca. Tanpa menunda waktu, ia langsung turun ke lapangan guna menjembatani komunikasi antara warga dan pihak pelaksana proyek. Melalui mediasi yang dipimpinnya, ketegangan berhasil diredam dan berubah menjadi suasana kondusif.
Sebuah kesepakatan diambil untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam mengawal progres pembangunan hingga tuntas. Langkah ini dinilai sebagai solusi terbaik yang mengakomodasi kepentingan semua pihak.
Bagi Kiki, jabatan bukanlah menara gading. Ia memiliki filosofi yang mendalam dalam menjalankan tugasnya.
“Menyelesaikan permasalahan masyarakat bagi saya adalah ibadah. Jika sudah diniatkan untuk ibadah, maka ego sebagai pejabat harus dilepaskan. Kita harus berbaur agar tidak ada sekat sosial yang menghalangi aspirasi warga,” ujar Kiki dengan gaya bicaranya yang lugas namun tetap santun.
Gaya kepemimpinan yang simpel namun tegas ini mendapat apresiasi positif dari warga. Salah seorang warga Genereh mengungkapkan bahwa Kiki adalah sosok pemimpin yang low profile (rendah hati). Meskipun terhitung baru memimpin Kecamatan Buahdua, sikap dan tindakannya telah memberikan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pendekatan persuasif dan kemampuan komunikasi yang baik menjadikan Kiki Hakiki sebagai representasi pemimpin masa kini,sosok yang tidak hanya memerintah dari balik meja, tetapi hadir sebagai kawan bagi warga dalam mencari solusi. (Teguhlah/Zs)






