KAPOL.ID –
Sebanyak 3 santri di satu pondok pesantren di Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.
Karantina mikro dilakukan setelah melakukan tes swab santri dan pengajar agar penanganan lebih maksimal.
“Ini klaster baru,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr. Uus Supangat, Rabu (10/02/2021).
Ia menjelaskan, karantina mikro di lingkungan pesantren dilakukan tim untuk mencegah penularan.
Sementara tak diperkenankan kegiatan keluar masuk lingkungan pesantren. Hanya petugas medis sekaligus memeriksa kondisi santri.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr. Asep Hendra mengatakan, awalnya terdapat santri yang mengalami gejala hilang indra penciuman.
Kemudian dilakukan tes swab antigen kepada santri bersangkutan. Kemudian dilakukan uji swab PCR kepada santri tersebut dan 15 santri lainnya yang kontak erat.
“Tiga orang, semuanya santri, terkonfirmasi PCR positif,” kata Asep.
Ketiga santri tersebut tengah menjalani isolasi di lingkungan peeantren dengan pengawasan petugas medis.
“Sebab, ketiga santri itu memiliki gejala ringan berupa kehilangan indra penciuman.”
“Tempat isolasi tiga santri itu juga telah dipisahkan dengan santri lainnya.” jelasnya
Pihaknya sudah menindaklanjuti kasus itu dengan mengambil sampel swab dari seluruh penghuni pesantren tersebut.
Sedikitnya, tes swab sudah dilakukan kepada 1.000 orang penghuni pesantren.
“Karena kita pikir belum ada kegiatan, tapi mereka sudah berinteraksi sejak beberapa hari lalu.”
“Angka awalnya 700 orang. Namun ketika di lapangan melebar, karena ada guru, petugas, dan lainnya, jadi kita periksa juga semua,” kata dia.
Asep mengatakan, sampel swab itu sudah dikirim langsung ke Bandung. Paling cepat, hasil tes swab itu akan diketahui dalam tujuh hari ke depan.
“Kalau banyak seperti ini bisa 14 hari keluarnya,” kata dia.
Pihaknya belum bisa memastikan sumber awal penularan di pesantren itu. Saat ini penelusuran masih terus berjalan. ***












