KANAL

Konsolidasi DPD TMP Jabar, Junico Siahaan Soroti Akses Pendidikan dan Kesiapan Kerja Generasi Muda

×

Konsolidasi DPD TMP Jabar, Junico Siahaan Soroti Akses Pendidikan dan Kesiapan Kerja Generasi Muda

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – DPD Taruna Merah Putih (TMP) Jawa Barat terus bergerak memperkuat barisan. Di bawah komando Junico Siahaan, sayap partai PDI Perjuangan ini tak sekadar berkumpul untuk konsolidasi internal, tapi juga tengah merancang program nyata bagi generasi muda di Jawa Barat.

​Ditemui di sela-sela kegiatannya bersama jajaran pengurus DPD TMP Jabar, Junico Siahaan mengungkapkan bahwa agenda kali ini merupakan bagian dari gerakan serentak yang diinstruksikan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

​”Ini kegiatan serentak di hampir seluruh provinsi, mulai dari Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, hingga DKI Jakarta. Intinya kami ingin menyambung silaturahmi sekaligus konsolidasi, apalagi saat ini kita sedang dalam masa transisi organisasi,” ujar Junico di Bandung, Minggu (8/3/2026).

​Junico yang juga merupakan anggota DPR RI ini menyoroti fenomena “galau” yang kerap melanda lulusan SMA maupun perguruan tinggi. Masalah lapangan pekerjaan dan masa depan yang tidak pasti menjadi keresahan utama yang sering ia temui di lapangan.

​Menurutnya, TMP Jawa Barat tidak boleh hanya berhenti di meja diskusi. Harus ada langkah konkret yang bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat dan kader-kader muda.

​”Anak muda sekarang banyak yang pusing mikirin nasib setelah lulus sekolah. Ke depan, saya ingin TMP Jawa Barat lebih konkret. Kita akan gerakkan para profesional untuk mencari solusi lapangan kerja dan terus memberikan advokasi, sebagaimana yang sudah dilakukan oleh para senior kita selama ini di bidang pendidikan dan kesehatan,” tegasnya.

​Dalam kesempatan tersebut, Junico juga memberikan catatan kritis mengenai akses pendidikan. Ia merasa miris mendengar kabar adanya anak yang putus asa karena minimnya fasilitas sekolah, seperti yang terjadi di NTT baru-baru ini.

​Ia mengingatkan pemerintah agar program-program baru jangan sampai mengorbankan rencana besar pendidikan nasional yang lebih krusial.

​”Kita punya anggaran pendidikan yang besar. Jangan sampai program-program baru mengabaikan hal yang lebih penting. Kebutuhan dasar pendidikan itu krusial sekali,” katanya.

Menurutnya, anak muda zaman sekarang sulit membedakan mana berita sahih dan mana hoaks karena banjir informasi di media sosial.

​Sebagai anggota Komisi I DPR RI yang membidangi komunikasi dan informatika, Nico berencana membawa program literasi digital yang lebih tajam bagi TMP Jawa Barat. Bukan sekadar sosialisasi, tapi program yang punya nilai ekonomi.

​”Kita akan buat pelatihan konten kreator atau digital marketing yang lebih konkret. Harapannya, setelah ikut pelatihan, mereka punya modal untuk berdikari, misalnya berjualan lewat media sosial atau membuat aplikasi,” jelas Junico.

​Ia menargetkan, meski dalam skala kecil 10 sampai 20 persen dari peserta pelatihan berhasil mandiri, itu sudah menjadi langkah besar dalam membangun kemandirian ekonomi anak muda di Jawa Barat.

​”Targetnya jelas, mereka harus punya kesadaran untuk advokasi diri sendiri dan lingkungan, serta punya modal ekonomi untuk berdiri di atas kaki sendiri,” pungkasnya. (Jae)