KAPOL.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 2 Bandung mencatat, Stasiun Tasikmalaya kini menduduki peringkat ketiga sebagai stasiun tersibuk dalam melayani penumpang.
Data selama lima hari masa Angkutan Lebaran (11-15 Maret 2026) menunjukkan posisi Stasiun Tasikmalaya tepat berada di bawah Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong yang memang menjadi pusat keberangkatan di ibu kota provinsi.
Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 5.165 pelanggan memilih berangkat dari Stasiun Tasikmalaya. Sementara itu, untuk arus kedatangan atau pemudik yang pulang kampung ke Kota Resik, angkanya jauh lebih fantastis yakni menyentuh 7.879 pelanggan.
Angka ini membuktikan bahwa kereta api masih menjadi “idola” bagi warga Tasikmalaya dan sekitarnya. Alasan keamanan, kenyamanan, serta ketepatan waktu menjadi pertimbangan utama masyarakat memilih moda transportasi besi ini.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo menyebutkan bahwa wilayah Tasikmalaya memang menjadi perhatian serius bagi pihaknya.
”Kami melihat adanya peningkatan mobilitas masyarakat yang cukup signifikan di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya selama periode Angkutan Lebaran tahun ini,” ujar Kuswardojo. Minggu (15/3/2026)
Sebagai kado manis bagi warga Kabupaten Tasikmalaya, KAI memberikan kemudahan akses dengan memberlakukan kebijakan baru. Mulai 14 Maret 2026, KA Serayu kini resmi berhenti di Stasiun Rajapolah untuk melayani naik dan turun penumpang.
”Langkah ini kami ambil agar masyarakat di wilayah Rajapolah dan sekitarnya tidak perlu jauh-jauh lagi ke stasiun pusat di kota. Ini bagian dari komitmen kami meningkatkan aksesibilitas bagi warga,” tambah Kuswardojo.
Selain Tasikmalaya, beberapa stasiun di wilayah Daop 2 juga mencatatkan angka yang cukup lumayan. Untuk keberangkatan, Stasiun Cimahi mencatat 2.979 penumpang dan Purwakarta 2.949 penumpang.
Sedangkan untuk titik kepulangan, Stasiun Banjar melayani 5.222 pelanggan turun dan Stasiun Garut sebanyak 3.160 pelanggan.
”Dengan tren yang terus meningkat, pihak KAI Daop 2 Bandung memastikan akan terus menjaga kualitas pelayanan agar perjalanan mudik masyarakat di tahun 2026 ini tetap aman, lancar, dan berkesan.” pungkasnya (Jm)












