KAPOL.ID – Langkah yang diambil pemerintah Kota Tasikmalaya menerapkan karantina wilayah dalam memutus penyebaran virus Corona atau Copid-19 sudah sangat tepat.
Tinggal bagaimana langkah yang akan diambil pemerintah Kabupaten Tasikmalaya yang kondisi wilayahnya berdekatan dengan Kota Tasikmalaya.
Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat dari daerah Pemilihan Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, Ali Rasyid menyambut baik langkah yang diambil pemerintah Kota Tasikmalaya.
“Kami sampaikan apresiasi yang luar biasa bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya yang sudah mengambil keputusan karantina wilayah. Langkah maju ini bagian dari upaya memutus penyebaran virus Corona di Kota santri,” katanya.
Pemerintah Kota Tasikmalaya menetapkan karantina wilayah sejak tanggal 31 Maret atau Selasa mendatang.
Pemerintah Kota juga sudah mengeluarkan surat himbauan agar angkutan umum baik antar kota antar provinsi (AKAP) atau Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) untuk menghentikan operasionalnya sejak tanggal 29 pada pukul 00.00 Wib.
Ali menyebutkan warga Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikamlaya memiliki potensi yang besar untuk terkena Virus Corona jika tidak segera dilakukan isolasi lokal dan penghentian sementara operasional angkutan umum, baik itu bis, kereta api dan juga pesawat.
Pasalnya sesuai dengan data dari pemerintah Kota Tasikmalaya hilir mudik warga Tasikmalaya ke luar tiap harinya mencapai 8000 orang. Itu termasuk warga Kabupaten Tasikmalaya yang melintasi wilayah Kota Tasik.
“Karena warga Kabupaten Tasikmalaya lalulintasnya pasti lewat Kota Tasikmalaya. Kecuali wilayah barat yang lebih dekat lewat Garut,” kata Ali.
Tinggal bagaimana sikap pemeeintah Kabupaten Tasikmalaya dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus Corona apakah mau mengikuti langkah kota atau tidak.
Ali menyarankan agar isolasi wilayah juga bisa diterapkan oleh pemkabTasimmalaya karena faktanya banyak warga Kabupaten Tasikmalaya yang masih keluar masuk wilayan Zona merah Corona.
Di Kabupaten Tasikamlaya hingga saat ini tidak ditemukan adanya warga yang positif Corona, beda dengan Kota Tasikmalaya yang 5 wargannya positif Corona.
Namun jika tidam dilakukan antisipasi sejak dini tidak menutup kemungkinan akan ada banyak warga yang terkena Corona.
“Kalau tidak diantisipasi sejak sekarang bisa jadi warga Kabupaten Tasik terancam kena corona. Makanya kami sarankan segera ambil tindakan taktis dan strategis demi menyelamatkan warga,” ucap Ali.
Di Kabupaten Tasikmalaya sudah ada yang meninggal meskipun statusnya masih PDP yakni di Cibatuireng Karangnunggal. Dan ini harus menjadi perhatian bersama jangan sampai kasus serupa kembali terjadi.
“Gerak cepat dalam membatasi pergerakan masyarakat dari daerah Zona merah mutlak dibutuhkan agar masyarakat Kabupaten Tasikmalaya terselamatkan,” ujarnya.***
Pemerintah Jawa Barat sendiri sudah mengirimkan surat Edaran tentang maklumat Tidak mudik dan Tidak Piknik Tahun 2020 yang ditujukan bagi para kepala daerah di Jawa Barat.
Surat bernomor 360/59/DISHUB ditandatangi oleh sekretaris daerah Jawa Barat, Dr.Ir Setiawan Wangsaatmaja dan meminta agar surat edaran tentang Tidak Mudik dan Tidak Piknik tahun 2020 disampaikan kepada masyarakat Jabar.***
—- Support KAPOL with subscribe, like, share, and comment —-
Youtube : https://www.youtube.com/c/kapoltv
Portal Web: https://kapol.tv
Twiter : https://twitter.com/kapoltv
Facebook : https://www.facebook.com/kabar.pol
Instagram : https://www.instagram.com/kapol_id
Portal Inside : https://kapol.id/











