PARLEMENTARIA

Kunjungan ke Ujung Genteng, Komisi II DPRD Jabar Temukan Kendala Listrik di Satpel Penyu Pangumbahan

×

Kunjungan ke Ujung Genteng, Komisi II DPRD Jabar Temukan Kendala Listrik di Satpel Penyu Pangumbahan

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat memberikan perhatian serius terhadap keberlanjutan pelestarian biota laut, khususnya penyu hijau yang kian langka. Hal itu ditegaskan saat pimpinan dan anggota Komisi II melakukan kunjungan kerja ke Satuan Pelayanan (Satpel) Taman Pesisir Penyu Pantai Pangumbahan, Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi, Rabu (11/2/2026).

​Wakil Ketua Komisi II DPRD Jawa Barat, Lina Ruslinawati menyatakan bahwa Pantai Pangumbahan merupakan benteng pertahanan terakhir bagi kelestarian penyu di Jawa Barat selain wilayah Pangandaran.

Menurutnya, perlindungan terhadap penyu hijau bukan sekadar tugas teknis, melainkan tanggung jawab lintas sektoral.

​”Penyu adalah biota laut istimewa yang tidak dimiliki semua daerah. Di Jawa Barat, pusat konservasi seperti ini sangat terbatas. Oleh karena itu, komitmen dari pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat harus selaras,” ujar Lina seusai kunjungan

​Dalam tinjauan lapangan tersebut, Komisi II menemukan tantangan teknis yang cukup krusial dan menghambat optimalisasi riset serta perawatan penyu. Fokus utama terletak pada infrastruktur kelistrikan yang belum memadai untuk mendukung perangkat laboratorium modern.

​Lina memaparkan, beberapa kendala yang diidentifikasi di Satpel Pangumbahan meliputi:

​Akses Daya Terbatas: Jarak sumber listrik (dapur listrik) terdekat mencapai 2 kilometer dari lokasi utama.
​Ancaman Kerusakan Alat: Ketergantungan perangkat laboratorium pada suplai listrik yang stabil membuat alat-alat sensitif berisiko cepat rusak akibat jalur transmisi yang terlalu panjang.
​Hambatan Mobilitas: Jarak yang jauh menyulitkan koordinasi dan penanganan cepat jika terjadi kendala teknis kelistrikan.

​Menanggapi temuan tersebut, Komisi II DPRD Jabar memastikan akan mengawal kebutuhan infrastruktur ini agar masuk dalam skala prioritas anggaran mendatang.

​”Kami akan terus mendorong tindak lanjut hasil pertemuan hari ini. Infrastruktur penunjang seperti listrik yang stabil adalah kebutuhan mendesak. Kami ingin memastikan fasilitas di sini layak agar fungsi edukasi dan pelestarian tetap berkelanjutan,” tegas Lina.

​Kunjungan kerja tersebut ditutup dengan dialog bersama Kelompok Konservasi Penyu setempat untuk menyerap aspirasi terkait pemberdayaan masyarakat pesisir dalam menjaga ekosistem laut Jawa Barat. (Jm)