KAPOL.ID – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, memastikan kondisi Kota Kembang selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berjalan aman, tertib, dan terkendali.
Berdasarkan hasil evaluasi di lapangan, Iskandar menegaskan tidak ditemukan permasalahan berarti selama perayaan malam pergantian tahun. Meskipun terjadi kepadatan pengunjung, hal tersebut dinilai masih dalam batas wajar.
Bahkan, Iskandar memberikan catatan khusus terkait efektivitas penanganan sampah pasca-pesta tahun baru yang dinilai jauh lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Kalau kita bandingkan dengan tahun lalu, sisi kebersihan sudah jauh lebih baik. Pasukan kebersihan sudah bergerak sejak pukul 04.00 WIB pagi, dan tepat pukul 06.00 WIB kondisi kota sudah kembali kinclong,” ujar Iskandar, di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bandung, Jalan Cianjur, Jumat (2/1/2026).
Sinergi Forkopimda dan Geliat Ekonomi
Keberhasilan pengamanan ini, menurut Sekda, merupakan buah dari koordinasi intensif antara Pemkot Bandung dengan unsur Forkopimda, mulai dari Kepolisian, TNI, Denpom, hingga Kejaksaan.
Di sisi lain, sektor pariwisata dan jasa terbukti masih menjadi tulang punggung Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung. Meski angka pasti kunjungan wisatawan masih dalam tahap rekapitulasi, indikator ekonomi menunjukkan tren yang sangat positif.
“Indikatornya terlihat dari sisi pendapatan pajak. Data sementara dari Bapenda menunjukkan realisasi sudah mencapai sekitar 90 persen. Artinya, daya beli dan pendapatan kota tetap stabil,” jelasnya.
Iskandar memaparkan, target pendapatan daerah Kota Bandung terus mengalami kenaikan signifikan. Jika pada tahun 2024 target berada di angka Rp 2,6 triliun, pada tahun 2025 melonjak menjadi Rp 3,3 triliun.
“Realisasi saat ini sudah menyentuh angka Rp 3 triliun lebih. Ini juga ditopang oleh penerimaan dari PKB dan BBNKB. Walaupun sempat ada pembatasan kegiatan di hotel pada pertengahan tahun, namun tertutup oleh lonjakan wisatawan di akhir tahun,” tuturnya.
Inovasi Balai Nikah MPP Jadi Primadona
Tak hanya soal angka pendapatan, Iskandar juga menyoroti peningkatan kualitas pelayanan publik. Salah satu yang menjadi sorotan adalah inovasi Balai Pernikahan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Bandung yang diklaim sebagai pionir di Indonesia.
“Balai pernikahan di MPP itu satu-satunya di Indonesia. Dalam tiga bulan terakhir saja, sudah ada sekitar 200 pasangan yang melangsungkan prosesi di sana,” ungkapnya bangga
Ia menegaskan, ke depan Pemkot Bandung akan terus melakukan penyesuaian struktur organisasi demi menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan terintegrasi bagi masyarakat.












