KAPOL.ID – Langkah taktis diambil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) dalam mengantisipasi “horor” kemacetan di jalur mudik dan wisata Kabupaten Garut menjelang Lebaran 2026.
Sebanyak 483 kusir delman dan tukang becak diminta “libur” narik selama sepekan dengan ganti rugi yang cukup menggiurkan.
Tidak tanggung-tanggung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat merogoh kocek untuk memberikan uang saku sebesar Rp 1,4 juta per orang. Kebijakan ini menyasar para pelaku transportasi tradisional yang kerap beroperasi di titik rawan macet jalan nasional.
”Di Kabupaten Garut ada 483 orang di 12 kecamatan, rinciannya 477 kusir delman dan 6 tukang becak. Mereka kita beri kompensasi Rp 1,4 juta agar tidak beroperasi selama 7 hari di jalur utama,” ujar KDM saat memberikan, Sabtu (14/3/2026).
Menurut Dedi, kebijakan ini adalah solusi win-win. Di satu sisi jalur mudik menjadi lebih longgar, di sisi lain para kusir dan tukang becak tetap memiliki penghasilan untuk berlebaran tanpa harus berpanas-panasan di jalanan yang padat.
Secara total, Pemprov Jabar telah menyiapkan anggaran jumbo sebesar Rp 6,9 miliar untuk program serupa di seluruh jalur utama mudik dan wisata se-Jawa Barat.
”Harapannya arus lalu lintas lebih lancar. Ini juga bentuk apresiasi kita agar mereka bisa istirahat dan merayakan Idulfitri dengan tenang bersama keluarga di rumah,” tambahnya.
Senada dengan kebijakan tersebut, skema penguraian macet juga menyasar angkutan kota (Angkot). Sekretaris Dishub Jabar Drs H Diding Abidin Msi, mengonfirmasi bahwa pekan lalu sebanyak 1.120 sopir angkot di 6 trayek wilayah Cibadak dan sekitarnya juga telah menerima kompensasi.
”Para sopir angkot diberikan uang kompensasi masing-masing Rp 600 ribu. Syaratnya, mereka berhenti beroperasi selama 3 hari guna memperlancar arus balik dan menekan kepadatan volume kendaraan di titik-titik krusial,” jelasnya.
Dengan kolaborasi antara pemberian insentif dan pembatasan operasional angkutan tradisional serta informal ini, Pemprov Jabar optimis wajah mudik 2026 di wilayah Garut dan sekitarnya akan jauh lebih tertib dan lancar dibanding tahun-tahun sebelumnya.











