KAPOL.ID – Wisudawan dan wisudawati yang kelak akan menempati jabatan strategis, harus memahami nilai-nilai dari integritas.
Karena, menurut catatan KPK, 86% pelaku tindak pidana korupsi merupakan lulusan perguruan tinggi dan 70% diantaranya mereka yang berusia dibawah 40 tahun.
Pernyataan tersebut, disampaikan Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar, dihadapan 604 wiasudawan dan wisudawati saat menyampaikan orasi ilmiahnya dalam acara Sidang Senat Terbuka Uniga (Universitas Garut), wisuda pascasarjana, profesi, sarjana dan diploma angkatan ke XXIX gelombang I tahun akademik 2020-2021 yang digelar Sabtu pagi (28/11/2020), di Kampus Uniga, Jalan Samarang Hampor Garut.
Berkaitan dengan hal tersebut lanjut dia, dalam memenuhi Undangan Rektor Uniga, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., dalam memberikan orasi ilmiahnya, ia sengaja mengambil tema “Integritas Untuk Indonesia Bebas Dari Korupsi”.
Itu, mengingat nantinya para wisudawan dan wisudawati akan memulai terjun ke dunia pekerjaan membangun dan mengisi Indonesia untuk kesejahteraan sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945 pada Alinea ke 4.
Artinya, setiap orang yang memiliki ilmu pengetahun tinggi harus pula diiringi dengan integritas dan iman yang baik, agar tidak terjerumus menggunakan rompi orange.
“Karena alasan itu juga KPK sengaja memasukan program pendidikan untuk memperkuat integrititas sebagai upaya pencegahan,” tutur pejabat tinggi Negara yang sama-sama merupakan alumni Lemhanas angkatan ke 21, bersama-sama dengan Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng.
Selain Wakil Ketua KPK, Wisuda Uniga juga dihadiri Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah 4 Jawa Barat – Banten Prof. Dr. H. Uman Suherman A S, M.Pd., Bupati Garut H. Rudi Gunawan,SH. MH.,MP., Ketua Senat IKAL PPSA–21 Komjen Pol (Pur) Arif Wahyunardi, Ketua Yayasan Universitas Garut H. Ahmad Syarif Munawi, S.E., M.E. M.SE, Dandenpom III/2 Letkol Cpm. Imram Ilyas SH., serta tamu undangan lainya.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agam RI, Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdani, MT. mengamanatkan, prosesi wisuda ini bukan berarti berhentinya proses belajar, tapi proses kemampuan belajar kita terhadap dinamika baru adalah kemampuan yang harus dipegang oleh setiap insan wisudawan.
“Sebab kita berkeyakinan ibu-bapak, bahwa proses berhentinya seseorang dalam proses belajar adalah kematian haqiqi dari seorang manusia. Wisudawan hari ini bukan menandakan bahwa anda berhenti dalam proses belajar, sebab kita meyakini sebuah pepatah yang menyatakan bahwa orang terpelajar hanyalah pemilik masa lalu, orang yang terus belajar yang akan menjadi pemilik masa depan. Kemampuan adaptasi inilah yang kemudian kita tentu tularkan, untuk kemudian menjadi penciri ilmuwan yang sejati,” katanya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Rektor Uniga, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., menjelaskan, meski dilaksanakan dimasa pandemi, wisuda Uniga tahun ini sama sekali tidak menghilangkan nilai tradisi yang biasa dilaksanakan tahun-tahun sebelumnya.
Seperti, menghadirkan pejabat Negara atau tokoh Nasional untuk memberikan orasi ilmiahnya.
Upaya ini lanjut Syakur, dilakukan karena Uniga merupakan salah satu identitas Garut.
Sehingga, pihaknya ingin menunjukan bahwa Uniga memiliki networking yang baik dengan berbagai pihak, mulai tingkat pusat sampai daerah.
Terlebih katanya, mahasiswa sebagai masa depan bangsa harus paham, apa yang terjadi dengan kondisi negara harus segera disampaikan kepada masyarakat terutama generasi muda.
Diharapkan, mereka bisa menyampaikan Kembali penengetahuanya kepada masyarakat luas.
“Termasuk kali ini. Meskipun wisuda dilaksanakan dengan menjalankan protokol kesehatan yang cukup ketat sesuai rekomendasi yang disampaikan oleh Gugus Tugas Covid-19 Kab. Garut agar terhindar dari virus Covid-19, tapi kita masih berupaya mendatangkan Wakil Ketua KPK. Mudah-mudahan, kehadiran beliau bisa memberikan pengetahuan baru tentang bagaimana mencegah dan menghindari prilaku yang mengarah pada tindak pidada korupsi,” pungkasnya.
Dalam prosesi wisuda yang dilangsungkan dua sesi tersebut.
Selain memberikan penghargaan kepada para wisduwan terbaik, acara juga ditandai dengan penandatanganan MoU antara PT. Pasopati dengan Universitas Garut yang dilakukan oleh Komisaris Pasopati Brigjen TNI (Pur) Rusiadi, S.E. dan Rektor Uniga Dr. Ir. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., serta disaksikan Wakil Ketua KPK dan Bupati Garut H. Rudy Gunawan.***






