POLITIK

LRI Rilis Popularitas Tokoh Kota Tasikmalaya

×

LRI Rilis Popularitas Tokoh Kota Tasikmalaya

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID –
Landscape Research Institute (LRI) telah melakukan survei pada tanggal 14-24 Januari 2021 dengan jumlah responden 440 orang.

Salah satu bahasannya terkait isu pemilu Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya yang mulai menghangat sejak awal tahun 2021.

“Ada 12 nama yang muncul berikut dengan popularitasnya,” ujar peneliti senior LRI, DR. Maulana Jannah dalam pernyataan tertulis yang diterima KAPOL.ID, Rabu (03/03/2021).

Meski belum ada kepastian pemilu berlangsung pada tahun 2022 atau 2024, lanjut dia, setidaknya ada 12 tokoh yang populer dan memiliki kans untuk manggung di pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

“Pertanyaan yang diajukan kepada responden Apakah Bapak/Ibu/saudara kenal dengan tokoh tokoh ini?”

“Berikut surveyor memberikan foto tokoh melalui alat bantu,” paparnya.

Hasilnya, di urutan tingkat popularitas tertinggi, jatuh pada Wakil Wali Kota Tasikmalaya periode 2012-2017 Dede Sudrajat dengan 80,45%.

Disusul Artis asal Tasikmalaya Evie Tamala 75,22%. Selanjutnya posisi ketiga Pelaksana tugas Wali Kota Tasikmalaya, Muhammad Yusuf 65,9%.

Sementara Pengusaha asal Tasikmalaya Yanto Aprianto diurutan keempat dengan 18,18%. Urutan kelima muncul nama politisi senior PPP yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Agus Wahyudin 17,95%, Politisi Partai Gerindra yang juga Anggota DPRD Provinsi Jabar, Viman Alfarizi 15,68%.

Politisi PDIP yang juga Anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Rahmat Soegandar 15,45%, tokoh agama KH. Aminudin Bustomi 15,22 %.

Politisi PDIP yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Muslim 13,18%, Politisi PKS yang juga anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Dede Muharam 12,27%.

Aktivis Tasikmalaya, Aka Bonanza 9,09%. Di urutan terakhir Politisi Partai Gerindra yang juga Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Aslim dengan popularitas 7,27% dan Ketua DPC Partai Gerindra Kota Tasikmalaya Nandang Suryana 7,04%.

“Kami menggunakan metode yang digunakan adalah Proportionate Stratified random sampling dan margin of eror (MoE) sebesar 4,8%.”

“Responden tersebar di 10 kecamatan dan di 69 Kelurahan Kota Tasikmalaya.
Responden tidak bias pada segmen tertentu melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner dan kartu bantu (foto calon),” katanya.

Ia mengatakan, popularitas memang bukan jaminan layak untuk maju pada pilkada.

Masih banyak faktor lain dan pemilu juga diprediksi akan berlangsung pada 2024 mendatang jika melihat perkembangan informasi terakhir.

“Ada variabel partai mana yang mengusung, lalu tingkat keterpilihan dan banyak lagi,” katanya.***