KAPOL.ID –
SMKN 2 Kota Tasikmalaya memberikan kesempatan kepada lulusannya kerja di Korea dan Jepang.
Kepala SMKN 2 Kota Tasikmalaya, Anton Susanto mengatakan, setiap tahunnya selalu menyalurkan lulusan untuk bekerja di perusahaan yang ada di luar negeri.
“Setiap tahun lulusan kami selalu tersalurkan dan dapat bekerja di Jepang, Korea, Taiwan.”
“Setiap tahunnya ada 20 sampai 30 orang. Alumni kami sudah ratusan yang bekerja di luar negeri,” kata dia.
Menurut Anton, peserta didiknya mendapat keterampilan yang siap untuk bekerja. Salah satunya melalui Teaching Factory yang memperkenalkan situasi dan kondisi industri yang sebenarnya.
Sekolah di bawah lingkup Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XII Jawa Barat ini juga memiliki beberapa jurusan dengan karakteristiknya masing-masing.
“Kami memiliki tujuh jurusan dan sudah bekerjasama dengan perusahaan terkemuka. Misalnya untuk mesin ada souvenir yang dibuat oleh CNC Milling.”
“Kemudian dari jurusan elektronik dengan keterampilan jam digital, juga layanan jasa service center khusus merk Panasonic,” jelas Anton.
Ia optimistis, peserta didik yang lulus dari SMK tidak ada yang menganggur. Ada peran managemen tiap pemangku kebijakan di sekolah dengan berbagai terobosannya.
Mitra industri
Terpisah, Kepala KCD Pendidikan Wilayah XII Jawa Barat Abur Mustikawato, mendorong seluruh SMK yang berada di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya agar bersinergi dengan mitra industri.
“Seperti SMKN 2 Kota Tasikmalaya, di bagian hubungan industrinya sudah ajeg dan terkoneksi dengan industri-industri terkemuka di seluruh dunia. Termasuk Jepang, Korea dan juga di dalam negeri,” ujar Abur.
Keahlian bahasa asing pun menjadi bagian yang tidak kalah penting. Mulai dari bahasa Inggris, Jepang, Mandarin dan Korea.
Kabid Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Disdik Jabar, Edy Purwanto mengatakan, cukup banyak lulusan SMKN di Jabar yang kini bekerja di luar negeri.
Sekaligus menandakan kualitas SDM tidak kalah bersaing dengan yang ada di Jepang.
“Ini tak terlepas dari model Pembelajaran Teaching Factory di SMKN 2 Kota Tasik. Model pembelajaran yang mengacu pada standar dan prosedur industri.
“Makanya ketika bekerja di luar negeri tidak asing lagi pada standar dan prosedur ketat yang berlaku di sana,” katanya. ***







