KAPOL.ID –
Aktivis PMII kota Tasikmalaya Aditya Sujana menghimbau kepada pemerintah daerah tetap mengawal tegas dan menindak lanjuti apabila terjadinya kasus yang sangat tidak menguntungkan bagi masyarakat.
Sebab belakangan ini maraknya kasus Mensos RI Juliari Batubara yang berperilaku tidak manusiawi terhadap masyarakat.
“Ada baiknya juga jika jumlah dana bansos setiap minggu/bulan yang masuk harus diperlihatkan hal itu juga untuk menghindari penggelapan uang.”
“Sebaiknya menteri sosial dituntut untuk mempertanggungjawabkanya dengan seadil-adilnya. Kita sama di mata hukum dan jangan tajam sebelah,” katanya.
Mahasiswa STISIP Tasikmalaya ini juga menegaskan agar dana bansos yang turun di Kota Tasikmalaya mendapatkan pengawasan penuh.
“Karena ini masalah nasib rakyat dan nasib kemanusiaan,” katanya
Sebagaimana diketahui, Mensos RI Juliari Batubara ditetapkan KPK sebagai tersangka atas kasus dugaan suap bansos covid-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020.
Juliari diduga menerima fee sebesar Rp 10 ribu per paket sembako dari nilai Rp 300 ribu dengan total fee yang sudah diterima sebesar Rp 17 miliar.
“Yang tidak bisa diterima oleh akal kenapa bisa dana bantuan ditilep juga buat menguntungkan dan memperkaya diri sendiri,” kata Aditya.***












