KAPOL.ID –
Kenaikan kasus aktif covid-19 di Kota Tasikmalaya mencapai 628 kasus selama seminggu terakhir.
Imbasnya, Kota Tasikmalaya harus naik ke PPKM level 3 dari sebelumnya di level 2.
“Kami dapat informasi dari Pusat, Kota Tasik kembali berstatus level 3 PPKM karena masifnya pertambahan kasus Covid-19,” ucap Kabid P2P Dinkes Kota Tasikmalaya, dr. Asep Hendra, Selasa (15/2/2022).
Per hari ini, kata dia, total kasus aktif mencapai 778 orang. Dugaan sementara penambahan kasus yang begitu cepat berasal dari varian omicron.
“Hasil penelusuran, tingginya mobilitas warga ke kota seperti Jakarta dan Bandung dimana kasus covid-19 sedang meningkat pesat.”
“Kalau diduga iya sesuai dengan ciri-ciri (Omicron). Tapi kalau secara otentik hasil lab belum keluar dari Bandung sampai hari ini,” katanya.
Untuk memastikan varian omicron, kata dia, membutuhkan hasil analisa laboratorium di Labkesda Bandung.
Padahal sampel tersebut sudah dikirimkan pihaknya sejak sebulan yang lalu.
Sementara itu data yang dirilis oleh Dinkes Kota Tasikmalaya per Selasa (15/2/2022), kenaikan kasu seminggu terakhir berimbas pada tingkat keterisian kamar isolasi.
Saat ini tingkat keterisian di rumah sakit swasta dan pemerintah mencapai 49,32 persen. Sementara di fasilitas isolasi terpusat terdapat 61 orang.
Sisanya 544 orang menjalani isolasi mandiri di rumah. ***












