KAPOL.ID –
Per 25 Maret 2021 kemarin, Kota Tasikmalaya genap setahun penemuan kasus pertama warga terpapar covid-19.
Data dari akun media sosial resmi Pemerintah Kota Tasikmalaya, kasus terkonfirmasi positif mencapai 5.062 orang.
“Hasil evaluasi kemarin, potensi penularan masih ada. Meskipun vaksinasi masih terus berjalan,” kata Ketua Tim Dokter Covid-19 RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya dr. Dani Farid Abdullah.
Ia mengatakan, selama setahun terakhir banyak pengalaman yang tak terlupakan menangani pasien covid-19.
Bayangkan saja, hampir setengah pasien yang ditangani mulanya tidak percaya adanya virus tersebut.
Usianya pun tidak hanya 50 tahun ke atas, banyak pula di kisaran 30-40 tahun.
“Yang epik-nya, ada pasien saat masuk masih bisa diajak komunikasi bagus. Pulang dalam keranda,” katanya.
“Awalnya gejala ringan, lalu perburukan menggunakan alat bantu nafas. Dan beberapa hari kemudian meninggal,” ungkapnya.
Dani bercerita, dari hasil komunikasi dengan pasien banyak hal menarik. Mulai lepas masker sesaat, hingga kesulitan melakukan pelacakan penularan.
“Kalau di awal, kita masih bisa lacak dugaan penularan dari mana. Kalau sekarang, sangat sulit dan banyak pasien dengan gejala ringan atau tak bergejala,” katanya.
Ketika ditanya tanggapan setelah setahun menghadapi pandemi covid-19, ia mengatakan tenaga kesehatan bukan lah garda terdepan.
“Garda terdepan itu masyarakat, dalam pencegahan terpapar covid-19. Kita sebenarnya berada di hilir.”
“Kalau berbicara sudah dalam penanganan medis, kita baru garda terdepan. Kuncinya tetap di masyarakat,” ucapnya. ***












