SUMEDANG, KAPOL.id – Setelah satu bulan penuh menempuh perjalanan spiritual di “madrasah” Ramadan, fajar kemenangan Idulfitri 1 Syawal 1447 H kini menyingsing membawa pesan kedamaian yang mendalam.
Bagi Haris Iskandar Rachmat, S.S, momen suci ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan titik balik untuk memperteguh komitmen pengabdian kepada masyarakat di wilayahnya.
Sebagai sosok yang mengemban amanah sebagai Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional (Wasnas) dan Penanganan Konflik, Kesbangpol Sumedang ,Haris memandang Idul fitri sebagai momentum krusial untuk melakukan “rekonsiliasi hati” antar sesama warga.
Menurutnya, ketenangan batin yang diraih setelah sebulan berpuasa adalah modal utama dalam menjaga stabilitas dan kerukunan di tengah masyarakat daerah.
“Kemenangan yang sejati adalah saat kita mampu merayakan perbedaan dengan hati yang jernih. Idulfitri memanggil kita untuk kembali ke fitrah, mempererat tali silaturahmi, dan memupuk keikhlasan yang menjadi fondasi dalam menjaga lingkungan yang aman dan kondusif,” ungkap Haris dalam pesan menyentuhnya.
Dalam fungsinya melakukan deteksi dini dan penanganan potensi konflik, Haris menekankan bahwa kekeluargaan antar warga adalah benteng pertahanan daerah yang paling kokoh.
Melalui kerendahan hati, ia bersama keluarga menyampaikan permohonan maaf yang tulus, menyadari bahwa dalam interaksi sosial dan tugas pelayanan publik, lisan dan tindakan seringkali tak luput dari khilaf.
“Di hari yang suci ini, kami memohon keikhlasan Bapak, Ibu, dan seluruh saudara untuk memaafkan segala kekurangan kami. Semoga setiap sujud dan doa kita diterima oleh Allah SWT, menjadikan kita pribadi yang lebih bijaksana dan lebih bermanfaat bagi kemajuan masyarakat kita,” tambahnya.
Harapan besar terselip di balik untaian doa Taqabbalallahu minna wa minkum. Haris mengajak seluruh elemen masyarakat daerah untuk menjadikan spirit Idulfitri sebagai energi baru dalam menjaga kekompakan, memastikan bahwa rasa peduli dan kasih sayang terus mengalir demi lingkungan yang lebih damai dan harmonis. (Teguh)***






