KAPOL.ID – Di balik gemuruh mesin lokomotif PT KAI, terselip tangan-tangan terampil perempuan yang punya nyali tak kalah ciut dengan para pria.
Menjadi masinis memang bukan profesi “manis” yang lazim dibayangkan kaum hawa. Namun, di ruang kendali yang sempit dan penuh tanggung jawab besar, ketelitian dan ketangguhan justru menjadi kunci. Di sini, sosok yang sering dianggap lemah lembut itu bertransformasi menjadi pribadi yang tegas dan sigap demi keselamatan ribuan nyawa penumpang.
Di lingkungan PT KAI, kesetaraan bukan sekadar jargon di atas kertas. Terbukti, saat musim Angkutan Lebaran yang super sibuk seperti sekarang, para masinis perempuan tetap tegak berdiri di barisan depan. Mereka tak mendapat dispensasi khusus; jadwal dinas tetap dijalankan dengan profesionalisme tinggi di tengah lonjakan penumpang yang luar biasa.
Data mencatat, dari total 213 masinis yang berjibaku di wilayah Daop 2 Bandung, terselip tiga srikandi yang turut mengemban tanggung jawab berat tersebut. Meski jumlahnya masih bisa dihitung jari, kehadiran mereka menjadi simbol perubahan nyata di dunia perkeretaapian nasional.
Salah satunya adalah Ajeng. Bagi perempuan yang sehari-hari bergelut dengan tuas kendali ini, bekerja di lingkungan yang didominasi laki-laki bukanlah hambatan. Justru, kondisi itu menjadi bahan bakar motivasi untuk membuktikan kapasitas diri.
”Menjadi masinis itu sangat menantang, apalagi kita bekerja di lingkungan yang mayoritas laki-laki. Tapi justru dari situ saya termotivasi untuk terus belajar dan menunjukkan bahwa perempuan juga mampu,” ungkap Ajeng. Jumat (27/3/2026)
Bagi Ajeng, keberaniannya memacu kereta bukan tanpa sokongan. Restu dan dukungan keluarga menjadi energi utama saat ia harus meninggalkan rumah demi mengantarkan orang lain pulang ke kampung halaman.
“Support dari keluarga sangat besar, itu yang membuat saya tetap semangat dan percaya diri menjalankan tugas,” tambahnya.
Kehadiran masinis perempuan seperti Ajeng memberikan warna baru. Ini bukan lagi soal perdebatan gender, tapi soal dedikasi tanpa batas. Di balik laju kereta yang membelah jalur rel, ada semangat perempuan hebat yang memastikan roda transportasi Indonesia terus berputar dengan aman dan selamat. (Jm)






