BISNIS

Menjaga Marwah Ekonomi Kerakyatan: Tiga Dasawarsa Integritas Koperasi Tri Bhakti Buahdua di Tengah Arus Modernisasi

×

Menjaga Marwah Ekonomi Kerakyatan: Tiga Dasawarsa Integritas Koperasi Tri Bhakti Buahdua di Tengah Arus Modernisasi

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Di tengah kepungan raksasa perbankan digital dan dinamika ekonomi global yang kian tak menentu, sebuah oase ekonomi kerakyatan di Kecamatan Buahdua tetap berdiri dengan sangat kokoh.

Sejak memancangkan tonggak sejarahnya pada tahun 1996, Koperasi Tri Bhakti Buahdua bukan sekadar menjadi lembaga keuangan lokal, melainkan simbol keteguhan prinsip yang mampu melampaui tantangan zaman.

Selama hampir 30 tahun perjalanannya, koperasi ini telah membuktikan bahwa teknologi canggih dan modal raksasa bukanlah satu-satunya penentu keberlangsungan sebuah institusi.

Di balik dinding-dindingnya yang penuh histori pengabdian, tersimpan satu aset yang tidak bisa dibeli dengan angka: Integritas. Inilah “mata uang” utama yang membuat kurang lebih 100 anggota setianya tetap menaruh kepercayaan penuh, dari generasi ke generasi.

Saat ini, di bawah nakhoda Tarsono R. Hermawan sebagai Ketua, didampingi Dadang Subandi (Sekretaris) dan Yanti Ediawati (Bendahara), Koperasi Tri Bhakti menjalankan amanah anggotanya dengan sangat taktis namun menyentuh akar rumput.

Layanan simpan pinjam yang dikelola secara kekeluargaan serta kemudahan pembayaran listrik (PPOB) menjadi napas utama yang membantu mobilitas ekonomi warga sehari-hari. Di tangan para pengurusnya, koperasi bukan sekadar tempat bertransaksi, melainkan “rumah” bagi solusi finansial yang mandiri dan berdaulat bagi masyarakat Buahdua.

Namun, pengelola menyadari bahwa berpuas diri adalah musuh dari kemajuan. Menatap masa depan, terdapat sebuah visi mulia yang tengah diperjuangkan demi martabat para petani.

Melihat potensi agraria yang melimpah di wilayah Buahdua, muncul aspirasi besar untuk memperluas cakrawala usaha ke bidang pengadaan Sarana Produksi Pertanian (Saprodi), khususnya pupuk dan obat-obatan. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan yang kuat.

Koperasi ingin memutus rantai kesulitan para petani “Kamari” yang seringkali tercekik oleh kelangkaan pupuk atau harga obat-obatan yang melambung tinggi justru di saat musim tanam tiba. Sesuai dengan semangat Anggaran Rumah Tangga (ART) koperasi, orientasi utama adalah memberikan manfaat nyata dan solusi konkret bagi hajat hidup anggotanya.

“Integritas adalah pondasi kami sejak 1996, namun kesejahteraan anggota adalah tujuan akhir. Kami sangat berharap adanya atensi dan dukungan nyata dari Pemerintah Daerah untuk menyokong pengadaan pupuk serta obat-obatan pertanian ini,” ungkap Tarsono R kepada Kapol.id, kamis (27/2/2026) dengan masa optimis

Kehadiran tangan dingin Pemerintah Daerah sangat dinantikan untuk berkolaborasi dalam pengadaan serta distribusi sarana produksi ini. Dengan dukungan regulasi dan akses yang tepat, Koperasi Tri Bhakti siap bertransformasi menjadi benteng ketahanan pangan di tingkat kecamatan. Tujuannya mulia: memastikan tidak ada lagi petani yang merasa kesulitan atau terasing di atas tanahnya sendiri.

Eksistensi Koperasi Tri Bhakti sejak akhir era 90-an adalah bukti sahih bahwa kejujuran dalam pengelolaan mampu mengalahkan badai krisis ekonomi sekalipun. Kini, saatnya koperasi ini “naik kelas”. Dengan sinergi yang tepat antara integritas internal pengurus dan dukungan kebijakan pemerintah, mimpi untuk menyejahterakan petani bukan lagi sekadar angan, melainkan masa depan yang tengah dijemput dengan penuh keyakinan.

Koperasi Tri Bhakti Buahdua membuktikan bahwa meski zaman terus berganti, ekonomi yang berlandaskan gotong royong akan tetap menjadi pemenang selama ia dipandu oleh nurani dan semangat pengabdian.(Teguh)