POLITIK

Militansi Sang Penjaga Amanah: Dede Mulyadi, Suara Tunggal Demokrat yang Menggema di Parlemen Sumedang

×

Militansi Sang Penjaga Amanah: Dede Mulyadi, Suara Tunggal Demokrat yang Menggema di Parlemen Sumedang

Sebarkan artikel ini

Ramadan, Jembatan Spiritual Menuju Kedekatan Rakyat

SUMEDANG, KAPOL.ID – Dalam dinamika politik di Gedung DPRD Kabupaten Sumedang periode 2024-2029, sosok Dede Mulyadi Adi muncul sebagai anomali yang menarik perhatian.

Menjadi satu-satunya legislator dari Partai Demokrat yang berhasil mengamankan kursi parlemen, Adi memikul tanggung jawab besar sebagai representasi tunggal partainya.

Namun, keterbatasan jumlah kursi tak menyurutkan langkahnya untuk terus berpijak pada kepentingan rakyat.

Momentum bulan suci Ramadan ini justru dimanfaatkannya untuk menggelar Reses Pra-Persidangan Tahun 2025/2026. Baginya, periode ini bukanlah masa rehat, melainkan fase krusial bagi parlemen untuk menjemput langsung aspirasi dari akar rumput.

Ramadan: Jembatan Spiritual Menuju Kedekatan Rakyat

Dengan pendekatan yang humanis dan rendah hati, ia membaur dalam agenda buka puasa bersama konstituennya.

Atmosfer religi yang hangat terbukti mampu meleburkan sekat birokrasi, membuat warga lebih leluasa menyampaikan kegelisahan serta harapan mereka demi kemajuan daerah.

“Kami memandang ini bukan sekadar masa libur, melainkan waktu yang paling tepat untuk bekerja. Bulan suci ini mempermudah kami untuk berbaur secara alami, mendengar langsung suara masyarakat sambil mempererat silaturahmi,” ujar dengan nada optimis.

Menakar Prioritas: Dari Infrastruktur hingga Kedaulatan Ekonomi

Dalam serangkaian dialog reses tersebut, muncul berbagai aspirasi strategis yang akan menjadi bahan kajian tajam di parlemen. Sedikitnya ada empat pilar utama yang diperjuangkan:

Akselerasi Infrastruktur & Irigasi: Memastikan urat nadi ekonomi dan pengairan sawah warga tetap stabil.

Hunian Layak (Rutilahu): Memperjuangkan hak tempat tinggal yang bermartabat bagi warga prasejahtera.

Kedaulatan Sektor Peternakan: Mendorong kemandirian ekonomi melalui penguatan kapasitas peternak lokal.

Salah satu yang menjadi sorotan tajam adalah urgensi perbaikan akses jalan Cielutik-Sadang. Meski berstatus jalan desa, Adi menegaskan jalur ini masuk dalam skala prioritas karena perannya yang vital bagi mobilitas warga.

Tak hanya itu, misi besar lainnya adalah mentransformasi akses kawasan pacuan kuda, dengan rencana pelebaran jalan dari 3 meter menjadi 6 meter guna memacu potensi wisata lokal.

Komitmen Tak Terbatas untuk Dapil VI

Meskipun berdiri sendiri di parlemen, Adi menekankan bahwa kualitas pengabdian tidak ditentukan oleh kuantitas kursi.

Ia berjanji akan berusaha semaksimal mungkin untuk berpihak pada kepentingan rakyat, khususnya di Daerah Pemilihan (Dapil) VI yang meliputi wilayah strategis: Kecamatan Tanjungsari, Sukasari, Pamulihan, dan Rancakalong.

“Sekalipun saya menjadi satu-satunya wakil rakyat dari Demokrat di Sumedang, mandat yang saya bawa adalah mandat rakyat. Saya akan berjuang habis-habisan agar kebijakan anggaran selalu berpihak pada kepentingan masyarakat di Tanjungsari, Sukasari, Pamulihan, dan Rancakalong,” tegasnya.

Visi Strategis 2027 dan Kabar Baik 2026

Selaras dengan amanat UU MD 2023, seluruh usulan ini akan diperjuangkan untuk masuk dalam pengajuan anggaran tahun 2027 agar dapat terwujud secara nyata. Sebagai langkah konkret jangka pendek,

Ia memberikan angin segar terkait realisasi di tahun 2026, khususnya proyeksi pengembangan sektor perumahan di daerah Tanjungsari dengan target kurang lebih 150 Unit Peningkatan Pemukiman (UPP).

Dengan dedikasi yang tak goyah, Adi Aprian Nugraha membuktikan bahwa suara tunggal di parlemen bisa tetap menjadi kekuatan besar jika resonansinya bersumber dari hati dan harapan rakyat Sumedang.***