KANAL

Mudik Aman Keluarga Bahagia, BPBD Purwakarta Petakan Titik Rawan Bencana di Jalur Arteri dan Tol

×

Mudik Aman Keluarga Bahagia, BPBD Purwakarta Petakan Titik Rawan Bencana di Jalur Arteri dan Tol

Sebarkan artikel ini
Andiar Erlangga melaporkan dari posko kolaborasi yang bertempat di Ciganea, Kabupaten Purwakarta, Pro 93.1 FM Purwakarta.

KAPOL.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purwakarta mulai memetakan titik kerawanan bencana di sepanjang jalur mudik lebaran 1447 Hijriah.

Kewaspadaan ini ditingkatkan menyusul penetapan masa musim hidrometeorologi basah yang diprediksi berlangsung hingga 30 April 2026 mendatang.

​Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purwakarta, Heriadi Erlan, mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem menjadi tantangan utama bagi para pemudik yang melintasi wilayah Purwakarta, baik melalui jalur arteri maupun jalan tol.

​Pria yang akrab disapa Abah Erlan ini menjelaskan, sejumlah wilayah di jalur arteri kini masuk dalam pantauan khusus. Kawasan Kecamatan Bungursari, wilayah Purwakarta kota, hingga jalur menuju Darangdan dinilai rawan terjadi pohon tumbang akibat banyaknya pohon tinggi di sepanjang jalan tersebut.

​Tak hanya itu, jalur Purwakarta menuju Wanayasa dan jalur Sadang menuju Subang juga tak luput dari perhatian. Di kawasan tersebut, pemudik diminta waspada terhadap ancaman tanah longsor dan tanah bergerak.

​”Potensi kerawanan bencana ini sering kali dipicu oleh cuaca ekstrem. Selain pohon tumbang, pergerakan tanah juga menjadi perhatian kami, terutama di jalur-jalur rawan,” ujar Erlan saat ditemui di Posko BPBD, Ciganea, Purwakarta. Selasa (17/3/2026)

​Kewaspadaan juga diberlakukan di jalur bebas hambatan. Pihak BPBD berkaca pada insiden pergerakan tanah yang sempat terjadi di Desa Pasir Munjul, Kecamatan Sukatani pada Juni 2025 lalu, yang lokasinya berada di sekitar kilometer 93 tol.

​Guna memastikan keamanan para pemudik, BPBD Purwakarta telah menyiagakan tiga posko kolaborasi yang tersebar di Markas Komando BPBD, Ciganea, dan Cikopo. Berbagai peralatan kedaruratan seperti perahu karet dan mesin alkon telah disiapkan di lokasi untuk mempercepat penanganan jika terjadi banjir atau bencana lainnya.

​Meskipun alat berat tidak disiagakan secara langsung di lokasi (standby), Erlan memastikan koordinasi dengan Dinas PUTR dan Perkim tetap berjalan intensif.

​”Kami berupaya meminimalisir risiko agar arus mudik tahun ini berjalan sesuai slogan kita, yaitu Mudik Aman Keluarga Bahagia,” pungkasnya.

​Berdasarkan data BPBD, tercatat ada 62 kejadian bencana pada Januari 2026 dan 13 kejadian pada Februari 2026. Tren hidrometeorologi basah ini diharapkan menjadi pengingat bagipara pengguna jalan untuk selalu memperbarui informasi cuaca sebelum melakukan perjalanan jauh. (Jae)