KABAR POLISI

Nekat Kucing-kucingan Saat Mudik, 1.700 Truk Sumbu Tiga Kena Tilang di Jalur Jabar

×

Nekat Kucing-kucingan Saat Mudik, 1.700 Truk Sumbu Tiga Kena Tilang di Jalur Jabar

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Jajaran Polda Jawa Barat tidak main-main dalam menjaga kelancaran arus mudik Lebaran 2026. Ketegasan ini dibuktikan dengan ditindaknya ribuan kendaraan angkutan barang sumbu tiga yang nekat melanggar aturan pembatasan operasional di jalur tol maupun arteri.

​Berdasarkan data dari Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jabar, tercatat sudah lebih dari 1.700 kendaraan jenis truk dan kontainer yang dijatuhi sanksi tilang. Ribuan kendaraan berat ini kedapatan masih “kucing-kucingan” melintas di tengah padatnya arus kendaraan pribadi para pemudik.

​Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa masih banyak ditemukan truk sumbu tiga yang beroperasi di wilayah hukum Jawa Barat. Padahal, aturan pembatasan sudah disosialisasikan jauh-jauh hari kepada perusahaan angkutan barang.

​”Keberadaan truk dan kontainer ini sangat berpotensi memicu kemacetan parah. Selain dimensinya yang besar, kecepatan mereka yang lambat sangat mengganggu ritme arus mudik kendaraan pribadi,” tegas Kombes Hendra, Minggu (15/3/2026).

​Polda Jabar pun kini terus menggencarkan edukasi dan informasi kepada para pengusaha angkutan agar mematuhi aturan demi kepentingan bersama. Namun, jika edukasi tidak diindahkan, petugas di lapangan dipastikan akan langsung melakukan penindakan.

​Senada dengan Kabid Humas, Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudi Setiawan menegaskan bahwa jajarannya akan terus memperketat pengawasan di setiap titik krusial, baik di jalur tol maupun jalur arteri.

​Kapolda menginstruksikan kepada seluruh personel lalu lintas untuk tidak memberikan toleransi bagi kendaraan sumbu tiga yang masih membandel.

​”Tidak ada toleransi bagi pleanggar kendaraan sumbu tiga. Selain membahayakan keselamatan pemudik, mereka ini sering jadi biang kerok kemacetan di Jawa Barat,” tegas Irjen Pol. Rudi Setiawan

​Langkah berani ini diambil semata-mata demi memastikan jutaan pemudik yang melintasi Jawa Barat bisa sampai ke kampung halaman dengan aman, nyaman, dan tanpa hambatan kemacetan yang berarti. (Jae)