KANALOPINIPOLITIK

Ngalap Jimat-Jimat Agar Menang Pilkada

×

Ngalap Jimat-Jimat Agar Menang Pilkada

Sebarkan artikel ini

Ihya M. Kulon
Peminat Sosial dan Politik

Status sosial yang terbatas serta pendapatan/upah yang besar dari status sosial itu, misalnya menjadi Bupati atau Wakil Bupati, membuat jabatan politik satu ini –yang hanya untuk dua orang saja– akan dipandang paling dihargai di dalam masyarakat. Karenanya menang dalam pilkada dan menjadi pemimpin politik di suatu wilayah, merupakan prestasi yang patut dibanggakan. Terlebih diupayakan dengan cara yang benar.

Namun kerasnya perjuangan yang harus dijalani, selain harus menguras habis tenaga, akal-pikiran serta mempertaruhkan kekayaan yang semuanya ada batasnya dan harus diatasi, membuat persoalan itu coba dipecahkan lewat cara pintas, mengambil jalan alternatif, menempuh jalur mistik, dengan cara berpetualang mencari orang-orang pintar guna ngalap jimat-jimat tertentu agar menang dalam pilkada.

Jalan Alternatif
Bukan hal baru, jika dibalik persaingan ketat pilkada, ternyata –mungkin tidak di semua daerah– ada penggunaan jasa-jasa para pelaku klenik yang dimainkan, yang dirahasiakan dari masyarakat umum.
Jalan alternatif dengan menempuh jalur mistik, biasanya dipilih oleh parpol-parpol pengusung dan tim sukses akibat tekanan-tekanan psikologi yang terlalu berat. Jalan alternatif itu terpaksa –atau lebih tepatnya sengaja– digunakan agar dapat memecahkan masalah besar yang dihadapi: Takut kalah.

Mencari jalan alternatif, menemukan jalur mistik yang berada di luar rasio itu, susah-susah gampang. Diperlukan orang-orang berpengalaman dan kreatif untuk bidang itu. Terutama orang-orang yang sudah memiliki database tentang dunia yang menantang dan penuh teka-teki, dimana unsur error sebisa mungkin dapat dihindari.

Kreatif dalam menemukan orang-orang pintar tertentu dengan kelebihan-kelebihan khususnya menjadi faktor penentu, untuk kemudian dapat ngalap jimat-jimat yang tepat yang dibutuhkan. Kesalahan memilih orang pintar dan produk jimatnya, dipercaya dapat mendatangkan sial tiga kali lipat besarnya, yang pasti mempengaruhi perolehan suara sebagai akibatnya.

Kreatif juga berarti, mereka para petualang jimat itu harus pandai-pandai menyembunyikan sosok-sosok orang pintar serta merahasiakan benda-benda magis yang diberikan. Tidak boleh ada orang yang tidak berkepentingan tahu, karena itu dapat menghanguskan khasiat jimat-jimat.

Jimat-Jimat
Banyak macam dan jenis jimat yang biasa digunakan untuk tujuan menangkan pilkada. Pada umumnya berbentuk benda-benda, seperti batu akik, batu kerikil, keris kecil, bambu kuning kecil, air doa/mantra, tanah, pasir, garam, rajah (tulisan bersimbol dan berpola tertentu di atas kain ata kertas yang dibungkus), bahkan susuk (benda kecil yang dimasukan ke dalam tubuh), yang sudah diberikan kekuatan magis oleh orang pintar.

Biasanya tidak hanya satu atau dua orang pintar serta produk jimatnya yang digunakan dan dipegang. Bisa lebih banyak lagi. Tergantung kesungguhan dari orang-orang didalam tim sukses untuk memperjuangkan kemenangan bagi calonnya, serta nasib dirinya sendiri.

Tuah jimat-jimat pada dasarnya sama, yakni untuk mempengaruhi alam pikiran pemilih yang utama, serta untuk menangkal serangan-serangan jahat yang membuat kesialan. Yang berbeda hanya dalam cara ritual penggunaan jimatnya saja.

Misal susuk, batu akik, atau keris kecil, harus dipakai atau dibawa oleh calon sendiri –bisa juga dipakai oleh satu atau dua orang dari tim sukses terpilih– saat menemui masyarakat pemilih, agar mendapat simpati yang lebih; Ada pun batu kerikil, tanah, pasir, air doa/mantra, atau garam, harus disebar di sudut-sudut tertentu di dalam lokasi saat hari pencoblosan dilakukan, dimana harus terinjak oleh para pemilih saat memasuki area pencoblosan, agar niat pemilih berubah pilihannya;

Sementara rajah atau bambu kuning kecil, biasanya harus dibawa-bawa atau tetap dekat dari sang calon sendiri setiap saat –kecuali ke kamar mandi –, sebagai penangkal sial, yang dikirim para pesaing. Namun tidak jarang keharusan bagi sang calon rutin membaca doa-doa tertentu yang ditujukan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, disamping untuk menambah ampuhnya tuah dari jimat-jimat.

Secara konseptual, jimat berkaitan dengan kekuatan supranatural (sesuatu yang ada diluar hukum alam), yang berasal dari sistem religi. Menurut antropolog J.G. Frazer, bahwa manusia dalam kehidupannya senantiasa memecahkan berbagai persoalan hidup dengan akal dan ilmu pengetahuan, namun dalam kenyataannya akal dan sistem itu dirasa sangat terbatas, maka persoalan hidup yang tidak dapat dipecahkan dengan akal, dicoba dipecahkan dengan jalan mistik.

Jimat Isu
Kegiatan kampanye politik dan komunikasi politik tidak dapat dilepaskan karena keduanya saling berkaitan. Para ahli ilmu politik menyebutkan bahwa komunikasi politik merupakan kegiatan politik untuk menyampaikan pesan-pesan politik kepada pihak lain. Termasuk menyampaikan isu-isu yang sedang berkembang ditengah masyarakat dalam kampanye, sebagai salah satu jimat ampuh yang dimiliki politisi.

Singkatnya, isu politik adalah berita atau masalah politik yang hangat diperbincangkan, tetapi belum jelas kebenarannya. Isu dimaknai dengan kabar burung. Artinya, suatu berita atau informasi yang tidak diketahui benar-tidaknya, dan dari mana sumbernya.

Kejelian memilih dan mengelola isu-isu, baik itu isu sosial, ekonomi, pendidikan, budaya, dan banyak lagi isu yang lainnya, yang dapat disampaikan dengan muatan politik, kemudian didiskusikan, hingga akhirnya dapat dipahami oleh orang banyak, sangat berpotensi menjadi jimat menang dalam pilkada. Tanpa harus mengeluarkan jimat perusak, menggunakan kampanye hitam. ***