KAPOL.ID – Memasuki hari kesebelas operasi pencarian korban tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Tim SAR gabungan kembali membuahkan hasil. Dua kantong jenazah berhasil dievakuasi dari timbunan material longsor pada Selasa (3/2/2026).
Penemuan teranyar ini menambah daftar panjang korban yang berhasil dievakuasi. Terhitung sejak hari pertama operasi dimulai, total sudah 85 kantong jenazah yang berhasil diangkat oleh petugas dari lokasi bencana.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian mengungkapkan, seluruh kantong jenazah yang ditemukan langsung diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi lebih lanjut.
”Hingga Selasa sore pukul 16.00 WIB, tercatat sudah 66 jiwa yang berhasil teridentifikasi oleh tim medis,” ujar Ade Dian di lokasi bencana, Selasa (3/2/2026).
Kondisi cuaca yang cerah berawan di wilayah Cisarua sepanjang hari ini diakui Ade sangat membantu proses pencarian. Medan yang biasanya licin dan berbahaya menjadi lebih stabil, sehingga alat berat maupun personil di lapangan bisa bekerja lebih optimal.
Ade pun mengapresiasi loyalitas seluruh unsur yang terlibat, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, hingga para relawan dan awak media yang masih bertahan di lokasi.
”Semangat, soliditas, dan disiplin tim tetap terjaga dengan baik. Meskipun ini operasi durasi panjang dengan medan yang sangat menantang, semua personil tetap profesional dan mengutamakan keselamatan,” tegasnya.
Di sisi lain, penanganan pascabencana bagi warga yang selamat juga terus dikebut. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memastikan pemerintah hadir untuk meringankan beban para pengungsi.
Pria yang akrab disapa Kang Dedi ini menyatakan akan memberikan bantuan uang kontrak rumah sebesar Rp 5 juta per Kepala Keluarga (KK) bagi warga yang berada di zona merah. Bantuan ini menyasar sekitar 50 KK guna menghindari risiko bencana susulan.
Langkah ini merupakan lanjutan dari bantuan sebelumnya, di mana warga yang terdampak langsung longsor telah menerima uang kontrak rumah sebesar Rp 10 juta per KK, sembari menunggu proses relokasi hunian tetap yang sedang dipersiapkan Pemprov Jabar.
Tak hanya urusan hunian, bagi ahli waris korban yang meninggal dunia, Gubernur juga telah menyalurkan uang santunan sebesar Rp 25 juta sebagai bentuk uang duka dan bantuan bagi keluarga yang ditinggalkan.












