KAPOL.ID –
Sepekan setelah surat edaran peningkatan kewaspadaan pencegahan penularan covid-19 dikeluarkan Pemkot Tasikmalaya, semua pihak bekerja keras hampir 24 jam sehari.
Dalam perjalanannya, berbagai isu faktual hingga hoaks menjadi perbincangan di masyarakat. Namun belum berbanding lurus dengan perilaku masyarakat mengantisipasi bahaya virus tersebut.
“Ketika proses pasien PDP di RSUD dr. Soekardjo warga menonton meskipun berjarak. Tingkat kematian akibat terpapar virus corona di Indonesia itu cukup tinggi, selayaknya kita waspada bukan menjadi tontonan,” kata Wali Kota Tasikmalaya, H. Budi Budiman di ruang kerjanya, Senin (23/3/2020).
Ia juga tidak habis pikir dengan perilaku pengusaha yang mencari untung dari situasi terimbas virus corona. Mulai dari sembako, hingga alat kesehatan seperti masker palsu.
“Soal ada stok 150 ton gula yang ditemukan satgas pangan, ranah kepolisian yang melakukan tindakan. Pasti ada konsekuensi hukum kalau benar ada penimbunan bahan pokok,” katanya.
Terbaru, hoaks Pasar Cikurubuk dan beberapa pasar lain tutup ramai beredar di berbagai kalangan. Tak hanya di media sosial, juga menjadi obrolan warung di masyarakat.
“Akibat hoaks itu bikin orang panik, akhirnya belanja berlebihan. Padahal sudah dicek sampai ke Bulog, stok berbagai komoditi aman sampai Idul Fitri. Tangkap saja yang menyebar hoaks,” kata Budi.
“Kita semua di pemerintah bekerja bersama TNI-Polri hampir setiap hari bekerja 24 jam. Memastikan upaya yang dilakukan dapat meminimalisasi dampak di segala bidang,” ujarnya.
Kepada pedagang pasar, Budi ‘omat’ agar melakukan upaya maksimal meminimalisir penularan. Mulai dari penggunaan masker, jaga jarak dengan pembeli dan sering mencuci tangan.
“Keselamatan lebih penting, karena hari ini kita belum tahu siapa yang tertular ataupun sehat. Sebab ada yang bergejala, ada juga yang tidak. Makanya ikhtiar itu perlu,” katanya.***












