BIROKRASI

Pemkab Bandung Barat Dukung Penuh Wacana Elektrifikassi Jalur Kereta Api Bandung Raya

×

Pemkab Bandung Barat Dukung Penuh Wacana Elektrifikassi Jalur Kereta Api Bandung Raya

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID — Program elektrifikasi jalur kereta api Bandung Raya menjadi salah satu program prioritas pemerintah saat ini karena kebutuhannya yang dinilai mendesak.

Dengan adanya elektrisasi jalur kereta api di Kawasan Bandung Raya, waktu tempuh harian masyarakat dapat terpangkas dan juga mengurangi biaya operasional.

Pemerintah menargetkan pekerjaan dimulai akhir 2025/2026 dan operasional KRL pada 2027 mendatang. Kabupaten Bandung Barat termasuk wilayah yang terkoneksi dengan jalur kereta ini, sehingga Pemkab Bandung Barat mendukung penuh elektrifikasi jalur kereta dari Padalarang-Cicalengka yang ditargetkan akan selesai pada 2027 mendatang.

Beberapa daerah yang akan dilintasi Kereta Rel Listrik (KRL) itu meliputi Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kota Bandung, dan Kabupaten Bandung sejauh 42 kilometer.

Elektrifikasi jalur kereta Padalarang-Cicalengka itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemprov Jabar dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk membangun dan mengembangkan infrastruktur serta konektivitas antar daerah.

“Langkah ini merupakan tonggak penting bagi kemajuan transportasi publik di Jawa Barat. Semoga memberikan manfaat luas bagi warga, termasuk di Kabupaten Bandung Barat,” ujar wakil bupati Kabupaten Bandung Barat Asep Ismail.

Menurut Asep, kehadiran kereta listrik ini diharapkan memberi pilihan moda transportasi yang lebih cepat, ramah lingkungan, dan berbiaya terjangkau bagi warga Bandung Barat.

Tujuannya, untuk memperkuat layanan transportasi ini cukup menjadi peluang para petani Bandung Barat, sektor wisata, maupun mobilisasi masyarakat.

“Hal ini akan sangat membantu mobilitas harian pekerja, pelajar, serta aktivitas masyarakat menuju pusat-pusat kegiatan di wilayah Bandung Raya maupun menuju Jakarta,” lanjut Asep.

Menurut Asep, jika kereta itu aktif dan antar daerah sudah saling terhubung dengan moda transportasi yang murah dan ramah lingkungan,

Asep yakin masyarakat perlahan akan bergeser menggunakan kereta api. Dampaknya, bukan hanya lebih efisien soal waktu, tapi akan mengurai kemacetan di Bandung Barat khususnya.

“Dengan semakin banyak warga beralih ke transportasi publik, beban kendaraan pribadi di ruas Padalarang-Cimareme dapat berkurang signifikan. Dampaknya adalah perjalanan lebih lancar, polusi berkurang, dan efisiensi waktu meningkat,” Asep mengungkapkan.

Selain itu, menurut Asep, sektor pariwisata juga akan terdongkrak dengan adanya KRL Padalarang-Cicalengka. Apalagi Bandung Barat khususnya Lembang masih menjadi destinasi favorit kunjungan wisatawan.

“Kereta listrik dan peningkatan layanan perkeretaapian akan mempermudah wisatawan mengakses destinasi unggulan seperti Lembang, Batujajar, Waduk Saguling, hingga kawasan wisata kuliner dan budaya lokal. Semakin mudah akses, semakin kuat perputaran ekonomi lokal,” Pungkas Asep. ***