KAPOL.ID – Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. H. Dr. Cecep Darmawan hingga saat ini pendidikan di Indonesia belum memiliki blue print pendidikan.
Sehingga ada kesan bahwa ganti menteri ganti kurikulum dan ganti berbagai kebijakan tentang pendidikan.
“Sepertinya ada kesulitan untuk merancang blue print pendidikan dan jika sudah itu harus selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Pendidikan,” kata Prof Cecep, Selasa (14/7/2020) melalui sambungan ponselnya ketika diminta komentarnya terkait persoalan pendidikan secara Nasional.
Menurut dia, pemerintah harus segara membuat road map atau blue print pendidikan Nasional sebagai landasan dalam penyelenggaraan pendidikan di masa mendatang.
“Disinilah pentingnya hukum pendidikan sebagai pemandu jalan perubaan regulasi pendidikan di masa depan. Ingat, hukum pendidikan yang progresif dan futuristik itu sebagai alat, sarana, ruh, pembelajaran dan sekaligus trigger bagai pembagunan sistem pendidikan ke depan. Dan jawaban semua itu ada dalam pembentukan UU Sistem Pendidikan Nasional model omnibus lane,” ucapnya.
Dia menegaskan, problematikan pendidikan di Indonesia saat ini masih belum dapat sepenuhnya mentransformasikan filosofi pendidikan Nasional secara membumi.
Selain itu, masih adanya inkonsistensi kebijakan pendidikan di Indonesia sebagai contoh ialah kebijakan zonasi.
“Masih adanya problematikan dalam hal otonomi pendidikan serta adanya tarik ulur kewenangan dan urusan pendidikan baik antara pemerintah pusat maupun dengan pemerintah daerah. Termasuk belum proporsionalnya dan efesiensi anggaran pendidikan di Indonesia,” tuturnya.
Prof Cecep memberikan saran jika proses pendidikan di era Disrupsi seperti sekarang ini harus menggunakan konsep Emosional, Spritual Quotient (ESQ) yang meliputi olah raga, olah jiwa, olah rasa, olah pikir dan olah hati (dzikir).
“Kalau konsep pendidikan di masa depan di era disrupsi itu harus mempelajari Imtak dan Iptek, karakter, patriotisme, penguasaan bahasa asing, pengembangan soft skill, local wisdom dan prespektif global dan skill-skill modern,” ujarnya. (Azizan)***












