KAPOL.ID –
Tim pengabdian masyarakat dosen Universitas Siliwangi Tasikmalaya mengenalkan teknologi vermifilter untuk mengolah limbah peternakan sapi.
Kelompok tani ternak Bangun Jaya di Cibangun Kelurahan Ciherang Kecamatan Cibeureun Kota Tasikmalaya dan masyarakat setempat juga mendapatkan manfaat lainnya.
“Kami memulainya dengan materi pengolahan limbah peternakan oleh rekan dosen Siti Nur Anisah. Saya dalam pengimplementasian Teknologi Vermifilter dalam mengelola limbah cair peternakan sapi.”
“Mulai dari feses, urine hingga air cucian kandang peternakan sapi dengan teknologi ini dapat terolah menjadi ramah lingkungan,” kata ketua tim, Indra Permana, Kamis (18/9/2025).
Kemudian materi prinsip ekonomi sirkular dalam usaha peternakan oleh rekan Rizki Risanto Bahar. Dimana hasil dari penerapan teknologi Vermifilter ini menghasilkan pupuk cair dan padat.
“Kelompok tani juga mendapatkan alat vermifilter, sehingga limbah kotoran dapat langsung menjadi pupuk cair dan padat,” katanya.
Pihaknya menjelaskan, kelompok tani ternak juga tengah menanam pakan organik untuk mengefisensikan biaya operasional. Pupuk hasil olahan limbah dapat digunakan ke tanaman jagung yang berada di samping kandang.
“Mudah-mudahan ini bermanfaat bagi kelompok dan masyarakat setempat. Kemarin ada lebih dari 20 anggota kelompok dan masyarakat yang ikut serta,” jelas Indra.
Vermifilter
Ia memaparkan, pengelolaan limbah melalui Vermifilter dapat menghasilkan dua jenis produk yaitu Tea water dan vermikompos. Hasil vermifiltrasi
limbah cair yang telah diolah dapat digunakan untuk keperluan irigasi dan pupuk hayati.
Sementara tea water juga dapat digunakan sebagai pestisida atau fungisida alami untuk melindungi tanaman dari penyakit.
Vermikompos adalah jenis kompos yang diproduksi melalui proses vermicomposting. Yakni menggunakan cacing tanah untuk memecah bahan organik dan menghasilkan pembenah tanah yang kaya nutrisi.
“Vermicompos ini memiliki beberapa manfaat bagi pertumbuhan tanaman dan kesehatan tanah. Diantaranya memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan tanah, meningkatkan pertumbuhan tanaman dan serapan hara.”
“Serta menjadi alternatif pupuk kimia untuk mendukung pertanian berkelanjutan, ramah lingkungan dengan mengurangi residu kimia sehingga meningkatkan kesehatan tanah,” katanya.***












