KAPOL.ID – Dr. H. Diding Bajuri, MM, Wakil Rektor Universitas Majalengka diberikan amanah menjadi Ketua ICMI Majalengka bersama jajaran pengurus lainnya.
Diantaranya mereka berasal dari latar belakang birokrasi, akademisi, pengusaha, profesional, politisi, dan sebagainya.
Pengurus ICMI yang baru pun dilengkapi jajaran dewan penasehat dan dewan pakar sesuai dengan kapasitas dan bidang keilmuannya masing-masing.
Pelantikan sendiri berlangsung khidmat dengan dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Majalengka serta tamu undangan lainnya.
“Kepengurusan ICMI Majalengka mengalami stagnasi selama 2 tahun. Melalui momentum pelantikan ini, kami tengah melakukan ijtihad untuk bangkit kembali menyumbangkan ide dan gagasan sesuai amanat organisasi,” ujar Koordinator MD Korps Alumni HMI (Kahmi) Majalengka, saat memberikan sambutannya, Selasa (22/3/2022) di Gedung Abdi Karya Pemkab Majalengka.
Menurut Diding, dalam membangun dan menjalankan organisasi ini, kata kuncinya adalah sinergitas.
Majalengka ini tidak akan mampu dibangun tanpa adanya keterlibatan semua pihak.
“Dengan menyatunya semua elemen dari berbagai komponen ini, tentunya ini akan melahirkan energi terbarukan dan kekuatan yang maha dahsyat, baik dalam kerangka berpikir maupun tindakan untuk memberikan jalan keluar, atas keluh kesah terjadi di masyarakat,” ujar Diding.
Pihaknya sangat tidak berharap kepengurusan yang sudah dibentuk berdiam diri, tanpa ada aksi apapun.
“Jangan sampai tukcing (dilantik langsung cicing),” kata Diding.
Ketua ICMI Orda Provinsi Jawa Barat Prof. Dr. H. Moch Najib, M. Ag menjelaskan, ICMI Majalengka yang baru dilantik ini harus segera bergerak dan merumuskan program yang menjadi skala prioritas.
Tidak usah muluk-muluk, sedikit namun manfaatnya dirasakan betul oleh masyarakat pada umumnya.
Kegiatan yang dijalankan berupa sumbangsih gagasan dan pemikiran baik untuk kepentingan masyarakat, atau pun yang menyangkut kebijakan pemerintah daerah.
“ICMI ini digagas dan dibentuk oleh para aktivis mahasiswa, bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata melalui gagasan cendikiawan muslim, sesuai disiplin ilmunya masing,”ujarnya Rektor UIN Bandung ini.
Prof Najib berharap, para cendikiawan di Majalengka dapat mendarmabaktikan hidupnya untuk kepentingan masyarakat melalui intelektual dan wawasan pengetahuan yang dimilikinya. Sesuai dengan kapasitas dan kapabilitasnya. Sekaligus menangkap tantangan di masa mendatang, melalui pemikiran yang rasional dan solusi konstruktif.
“ICMI hadir ditengah masyarakat setidaknya ada 4 komitmen yang harus dipegang pengurusnya yakni komitmen kelembagaan, komitmen intelektual, komitmen ke-Islaman dan komitmen terhadap NKRI,” tegas Prof Najib dalam sambutanya.
Bupati Majalengka Dr H Karna Sobahi M.MPd berharap ICMI Majalengka yang saat ini terbentuk segera merumuskan program dan kajani terhadap dinamika yang terjadi masyarakat.
Pemda Majalengka sangat membutuhkan ide dan gagasan pemikirannya atas masalah yang terjadi saat ini. Eksistensi ICMI harus ada dan hadir di tengah tengah masyarakat, jangan hanya sekadar nama, tapi harus ada karya dan aksi nyata. (Mubaraq)***






