KANAL

Penyintas Perdagangan Perempuan Muda; Sebelum Pulang, Curhat Dulu

×

Penyintas Perdagangan Perempuan Muda; Sebelum Pulang, Curhat Dulu

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua 1 TP PKK Provinsi Jawa Barat, Lina Ruzhan berkomunikasi dengan pihak kepolisian untuk memulangkan para penyintas perdagangan perempuan muda. KPAID turut mendampingi juga.

KAPOL.ID—Enam orang penyintas perdagangan perempuan muda sudah pulang ke rumah masing-masing. Sebelumnya, mereka curhat kepada penjemputnya, Lina Ruzhan, istri Wakil Gubernur Jawa Barat.

Kepada Lina, para penyintas mengaku bahwa mereka terjerumus ke dunia prostitusi bukan tanpa alasan. Salah satunya karena faktor ekonomi keluarga yang terbebankan ke pundaknya.

“Saya bukan tidak malu, Bu. Saya juga malu kalau sudah menjadi tontonan begini. Tapi saya harus bagaimana lagi, keluarga saya ekonominya sulit, Bu,” salah satu penyintas dengan panggilan Amoy mengaku dalam isak tangis.

Karena itu, mungpung berhadapan dengan perwakilan pemerintah, Amoy dan kawan-kawan berharap solusi, agar mereka dapat melanjutkan hidup.

“Kebutuhan hidup saya dan keluarga di kampung harus terpenuhi setiap hari, Bu. Kami mah inginnya cuma ada solusi aja, Bu,” lanjutnya.

Merespon permohonan Amoy, Lina yang menjabat Wakil Ketua 1 TP PKK Provinsi Jawa Barat berencana memberi pelatihan keterampilan. Namun sebelum itu para penyintas perlu memulihkan trauma dengan pendampingan psikologis terlebih dahulu.

“Saya ke sini atas informasi dari kepolisian dan KPAID. Kasian mereka, harus benar-benar kita perhatikan. Kami akan beri keterampilan agar mereka bisa tetap berkarya dan bisa menjadi jalan untuk memunuhi kebutuhan hidup mereka,” ujar Lina.