PENDIDIKAN

PGRI Minta Disdik Bedah Kurikulum Pendidikan di Masa Pandemi

×

PGRI Minta Disdik Bedah Kurikulum Pendidikan di Masa Pandemi

Sebarkan artikel ini
Ketua PGRI Kabupaten Tasikmalaya, Akhmad Juhana

KAPOL.ID – Pandemi Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya masih belum berakhir.

Bahkan saat ini muncul klaster baru yakni klaster Cipatujah. Sebelumnya Cipatujah dianggap sebagai zona hijau.

Para pelajar di Kabupaten Tasikmalaya yang rindu ingin belajar tatap muka harus kembali belajar di rumah secara daring.

Belajar tatap muka di kelas harus dikaji ulang dikhawatirkan bisa menjadi klaster baru penyebaran virus Corona.

Ketua PGRI Kabupaten Tasikmalaya, H Akhmad Juhana mengatakan pemerintah daerah dan organisasi profesi harus segera mengkaji kurikulum pendidikan di masa vandemi dan disesuaikan dengan kondisi daerah.

Ini penting agar proses belajar mengajar dalam kondisi vandemi bisa berjalan baik. Apakah itu dengan sisitem daring atau dalam jaringan atau pun dengan sistem luar jaringan.

“Pemerintah daerah dan organisasi profesi harus segera membedah kurikulum vandemi disesuaikan dengan sistuasi di daerah. Kemudian dikuatkan dengan payung hukum berupa SK bupati,” katanya.

Dinas Pendidikan kata dia harus segera melakukan koordinasi dengan gugus tugas untuk minta peta sebaran vandemi.

Data tersebut bisa dijadikan pemetaan pola pembelajaran di lingkungan sekolah.

“Kalau sekolah berada di zona hijau dan potensi penyebaran virus Corona rendah bisa digelar belajar tatap muka dengan tetap mengikuti protokol kesehatan,” ucapnya.

Kalau daerah zona merah proses belajar bisa dengan jarak jauh. Dan guru memiliki kewajiban untuk mendatangi para siswa di rumah.

Agar proses tatap muka siswa dengan guru bisa berjalan.

Proses belajar jarak jauh ini kata dia tidak efektif bagi wilayah di Kabupaten Tasikmalaya. Pasalnya tidak semua orang tua memiliki hape android dan tidak semua daerah ada jaringan internetnya.

Kemampuan orang tua dalam pendampingan juga terbatas.

“Kami memandang tatap muka siswa dengan guru itu sangat penting. Makanya pemerintah daerah harus melakukan kajian terhadap kurikulum vandemi agar melahirkan pola pembelajaran yang efektif di daerah,” katanya.

Orang tua kata dia diberi tugas dan lebih difokuskan pada penyiapan menu makanan yang menguatkan imun anak. Ini penting agar anak terhindar dari wabah Corona. Dan pendidik tidak menjadi klaster baru penyebaran virus Corona.

Akhmad Juhana juga menyebutkan dari klaster Cipatujah tersebut dua guru di Cipatujah terkonfirmasi positif Corona.

Pihaknya sudah meminta para guru untuk membantu kebutuhan hidup guru yang positif dan saat ini diisolasi.***