Oleh Amir Mahpud
CEO Primajasa Foundation
Pilkada Kabupaten Tasikmalaya telah usai. Rakyat sudah menggunakan hak pilihnya. Persoalan polemik siapa pemenang sesungguhnya tinggal bagaimana KPUD menetapkannya melalui pleno dengan segala SOP-nya yang harus di lalui.
Bagi saya, pilkada itu ibarat pertandingan di atas ring atau arena balap. Kalau sudah keluar dari ring, ya sudah, terlepas hasilnya menang maupun kalah. Karena kalah dalam setiap pertandingan apapun bukanlah aib, kecuali laku maling dan merugikan rakyat. Saya adalah orang yang terdidik dengan spirit atlet dalam kompetisi arena balap mulai level RT hingga level Nasional bahkan Kejuaraan dunia.
Sepanjang perjalanan saya di politik, kalah sering, menang pun sering. Tapi prinsip utamanya adalah ‘menang kalah” adalah menang. Yang penting didasari filosofi tiada hari tanpa benefit.
Spirit tiada hari tanpa benefit menjadi salah satu nilai yang saya tanamkan bagi seluruh karyawan di perusahaan Primajasa yang saya pimpin. Dan saya juga terapkan dalam aktifitas lain di luar tata kelola perusahaan. Salah satunya dalam urusan Politik.
Benefit tidak selalu dimaknai sebagai keuntungan materi. Kalau dalam perusahaan misalnya diartikan tidak semata keuntungan pendapatan. Akan tetapi jika di perusahaan benefit itu dikaitkan dengan pengaturan kalender kerja yang menyangkut asset SDM dan juga pemeliharaan armada. Bahkan dalam situasi mikro dan makro ekonomi negara sesulit apapun semisal adanya krisis ekonomi hingga wabah nasional semacam covid19 saat ini.
Dalam konteks even politik apapun termasuk Pileg dan Pilkada apapaun kondisi dan hasilnya juga saya selalu menyelipkan spirit Benefisitas ini. Bahwa bagi kami keluarga besar dan terutama saya secara pribadi niatan awal terjun ke dunia politik adalah bagian dari keterpanggilan untuk berbuat bagi ummat dan masyarakat.
Sehingga semua resiko baik itu sifatnya materi maupun immateri dalam umumnya perhelatan politik tidak semata berhitung matematika duniawi tapi juga ukhrawi. Maka dari itu, apapun hasilnya setelah semua proses dan ikhtiar maksimal dilalui, maka kita tinggal mengimana hadirnya takdir Allah SWT. Tentu dengan kajian dan evaluasi menyeluruh sesudahnya.
Benefit yang didapat selain keyakinan pada aspek nilai ibadah dan ukhrawi. Kita tentu mendapatkan pelajaran, pengalaman dan ilmu, hikmah untuk bacaan dan langkah berikutnya kedepan. Itulah makna sirkulasi sebuah pertandingan, game dalam arena duniawi semacam pilkada.
Saya menyampaikan selamat pada siapapun kandidat yang nanti di putuskan menang oleh perhitungan resmi KPUD. Semoga mampu mengemban amanah ummat dan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya sebaik-baiknya. ***












