KANAL

Puluhan Mantan TKI Dilatih Menjahit

×

Puluhan Mantan TKI Dilatih Menjahit

Sebarkan artikel ini

TASIK, (KAPOL).- Sedikitnya 20 orang purna pekerja migran Indonesia atau eks-TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang berada di Desa Kertaraharja Kecamatan Taraju Kabupaten Tasikmalaya mendapatkan pelatihan keterampilan menjahit pakaian.

Upaya ini tiada lain guna memberikan keahlian bagi para mantan TKI tersebut hingga dirinya bisa mencari penghidupan sendiri di kampung halamannya dan tidak perlu berangkat kembali menjadi TKI ke luar negeri.

Kepala Desa Kertaraharja, Addy mengatakan, kegiatan yang berlangsung selama 14 hari tersebut, berkat kerjasama pihaknya dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Jawa Barat.

20 orang eks- pekerja migran yang ikut kali ini, hanya sebagian saja dari 70 orang pekerja migran yang telah pulang ke kampung halaman mereka.

14 orang merupakan tenaga kerja wanita dan 6 orang tenaga kerja pria. Mereka sebelumnya bekerja di sektor non-formal, seperti buruh kasar dan pembantu rumah tangga.

“Sebagain ada yang berangkat lagi, tujuannya seperti ke Arab Saudi dan Malaysia. Namun sebagian masih di kampung halaman dan memutuskan tidak berangkat lagi. Oleh karenanya kita latih mereka supaya memiliki keahlian khusus dan bisa mandiri mencari penghidupan nantinya,” jelas Addy, Senin (21/10/2019).

Dari catatan di Desa Kertaraharja, setidaknya masih ada 120 orang warganya yang bekerja menjadi TKI di kedua negara tersebut.

Mereka pun menjadi tulang punggung bagi keluarganya di kampung halaman, meski hingga kini belum ada kabar yang benar-benar sukses sebagai pejuang devisa negara tersebut.

Meski nanti telah mahir dalam menjahit, namun para eks-TKI ini mengaku pesimis bisa menciptakan pekerjaan sendiri. Pasalnya untuk menjahit tentunya perlu juga mesin jahit.

Sementara untuk membeli peralatan tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Adapun alat-alat mesin jahit yang dipakai pelatihan ini milil BLK provinsi Jawa Barat yang nantinya dibawa kembali ke Bandung.

“Setelah dari sini mahir menjahit, kami tentunya butuh juga mesin jahit. Tetapi untuk membelinya memerlukan uang tidak sedikit. Kami berharap ada juga bantuan mesin jahit,” ujar salah seorang peserta pelatihan. (KAPOL)****

Support KAPOL with subscribe, like, share, and comment

Youtube : https://www.youtube.com/c/kapoltv

Portal Web : https://kapol.tv/
Portal Berita : https://kapol.id/
Facebook : https://www.facebook.com/kabar.pol
Twiter : https://twitter.com/kapoltv
Instagram : https://www.instagram.com/kapol_id