KAPOL.ID – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Raden Tedi, menyoroti persoalan bencana yang terus berulang di sejumlah wilayah Jabar, khususnya Baleendah, Kabupaten Bandung.
Ia menyebut daerah tersebut sudah masuk kategori “langganan” sehingga penanganannya tidak bisa lagi bersifat reaktif.
“Bencana di Jabar ini, terutama Baleendah, memang sudah rutin. Ini harus dicari permasalahannya, bukan hanya di hilir, tapi dari hulunya juga,” tegasnya, di Gedung DPRD Jawa Barat, Bandung, Jumat (12/12)
Menurut Tedi, salah satu persoalan utama adalah kondisi Sungai Citarum yang tidak hanya membawa air, tetapi juga lumpur
“Rata-rata sungainya itu bukan hanya air saja yang turun, tapi lumpurnya. Jadi normalisasi antara pusat, provinsi, dan kabupaten harus kerja sama. Sedimentasi juga harus segera diselesaikan BBWS, kita merapikan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa tanpa penanganan struktural, banjir akan terus berulang dari tahun ke tahun. DPRD, kata Tedi, mendorong penyelarasan program agar akar masalah dapat ditangani dari sumbernya.
“Memang harus dilihat sumbernya dari mana. Kalau penyebabnya pembalakan hutan atau alih fungsi lahan, itu harus segera dimitigasi di wilayah hulunya,” lanjutnya.
Terkait langkah ke depan, Tedi menegaskan bahwa prioritas utama adalah mengembalikan fungsi alam sebagaimana mestinya. Kawasan rawan bencana, baik longsor maupun banjir, harus ditangani melalui penataan ulang.
“Kita kembalikan lagi fungsi alam kembali ke alam. Daerah-daerah yang rawan longsor atau banjir harus segera dibenahi, dimulai penanaman baru,” katanya.
Ia juga menyoroti pembangunan permukiman di wilayah perbukitan dan area resapan air
“Penataan perumahan di bukit-bukit dan daerah resapan harus ditinjau ulang,” tandasnya.












