KANAL

REDEF Latih Komunitas Melek Dunia Digital

×

REDEF Latih Komunitas Melek Dunia Digital

Sebarkan artikel ini
REDEF menggelar FGD dan Pelatihan kepada komunitas untuk melek digital di Hotel Grand Metro Tasikmalaya, Rabu (8/4/2026).*

KAPOL.ID –
Sebanyak belasan komunitas di wilayah Priangan Timur dilatih Yayasan Regional Economic Development Foundation (REDEF) untuk melek dunia digital. Beberapa narasumber akan berbagi ilmu selama beberapa bulan kedepan.

“Belajar bersama, sharing bersama. Bagaimana untuk saling memperkuat sama lain antar komunitas.”

“Karena dunia digital ini sangat luas,” kata Ketua REDEF, Santi Nining Susanti disela-sela Kick Off dan FGD Strong-CS di Hotel Grand Metro Tasikmalaya, Rabu (8/4/2026).

Ia mengatakan, ekosistem dunia digital terutama medsos masih banyak hate speech, fake news dan lainnya. Pelatihan ini salah satunya untuk melakukan edukasi digital.

“Bagaimana berperilaku digital yang baik. Ya, boleh kita membuat konten mengangkat tema yang sensitif tapi tidak dengan hate speech, tidak dengan doxing, mengambil data orang lain.”

“Para komunitas ini belajar dan berbagi tentang digital behavior produk digital yang baik. Kita bisa viral tapi harus beredukasi,” jelasnya.

Kemudian, lanjut dia, akses finansial. Para komunitas ini berkesempatan membuat project dan dibiayai dari berbagai lembaga selain pemerintah.

REDEF yang diinisiasi orang Tasikmalaya juga sudah menggarap berbagai program di beberapa daerah. Mulai dari Sulawesi, NTT hingga Papua.

“Ketika para komunitas ini sudah eligible, lembaga donor bisa membantu berbagai program. Karena memang mereka sangat terbuka dan transparan.”

“Banyak program lintas tema yang bisa dimaksimalkan membantu wilayah,” kata Santi.

Founder REDEF, Tantan Rustandi mengatakan, pelatihan kepada lembaga swadaya masyarakat (LSM) ini sangat penting. Untuk merespon kondisi yang terjadi saat ini.

“Kalau komunitas LSM ini, punya kapasitas seperti ini enggak akan repotin Pemda. Mereka akan fokus kepada project.”

“Oleh karena itu pemerintah juga tanda petik perlu merespon, perlu diedukasi juga agar lebih terbuka,” ucapnya.

Ia mengatakan, REDEF berbagi pengalaman, kompetensi dan belajar bersama para komunitas. Apalagi semuanya merupakan orang Tasik.

“Setelah kita melanglang buana ke Indonesia ke timur, sampai ke luar negeri. Masa teman-temannya sendiri enggak enggak di diajak, enggak dibangun gitu ya,” kata Tantan.***