KAPOL.ID – Prediksi Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tasikmalaya mengenai kerawanan di Tanjakan Bohong menjelang arus mudik Lebaran 2026 bukan sekadar isapan jempol.
Pada Selasa (3/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, sebuah mobil box pengangkut sembako tergelincir saat berupaya menaklukkan tanjakan tersebut. Insiden ini sempat melumpuhkan arus lalu lintas dari kedua arah.
”Pas mau nanjak mobil sepertinya tidak kuat, lalu mundur lagi dan akhirnya menabrak tebing di sebelah kiri jalan,” ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.
Mobil box berwarna kuning yang tengah melaju dari arah Salawu menuju Garut itu berhenti melintang. Sebagian badan kendaraan menutup badan jalan, mengakibatkan antrean kendaraan dari arah Tasikmalaya maupun Garut mengular cukup panjang.
Mendapat laporan tersebut, jajaran Unit Gakkum Satlantas Polres Tasikmalaya langsung bergerak cepat. Kanit Gakkum, Ipda Arifin, bersama sejumlah anggota tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi dan pengaturan lalu lintas.
Berkat kesigapan petugas di lapangan, proses evakuasi tidak memakan waktu lama. Dalam kurun waktu kurang dari satu jam, mobil box tersebut berhasil ditarik dan kembali ke posisi normal hingga bisa melanjutkan perjalanan.
”Alhamdulillah, kami dibantu dengan cepat oleh anggota dari Polres Tasikmalaya. Sekarang sudah bisa jalan lagi,” ungkap sopir mobil box
Kecepatan respon anggota Satlantas Polres Tasikmalaya dalam mengatasi gangguan ini menjadi kunci utama terurainya kemacetan dalam waktu singkat.
Hal ini sekaligus menjadi ajang simulasi kesiapan personel dalam menghadapi lonjakan volume kendaraan saat mudik nanti.
Ipda Arifin menegaskan bahwa Tanjakan Bohong memang menjadi atensi khusus kepolisian karena kontur jalannya yang menantang dan sering terjadi kecelakaan maupun kendaraan tidak kuat menanjak.
”Ini mungkin ujian pertama bagi kami sebelum memasuki masa arus mudik Lebaran. Hal-hal seperti ini memang kerap terjadi, terutama di titik Tanjakan Bohong. Kami mengimbau pengendara untuk selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima,” pungkas Arifin. (Adji Shg)***






