KANAL

Safari Ramadan di Masjid Agung, Farhan: Saatnya Warga Makmurkan Kebanggaan Kota Bandung

×

Safari Ramadan di Masjid Agung, Farhan: Saatnya Warga Makmurkan Kebanggaan Kota Bandung

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Suasana hangat dan penuh kekhidmatan menyelimuti kegiatan Safari Ramadan di Masjid Agung Kota Bandung pada Kamis 19 Februari 2026. Dalam keaempatan itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengajak seluruh warga untuk bersama-sama memakmurkan masjid kebanggaan Kota Bandung tersebut.

Farhan mengungkapkan, awalnya kegiatan Ramadan tahun ini direncanakan terpusat di Pendopo. Namun setelah dipikirkan kembali, ia memilih Masjid Agung sebagai pusat kegiatan.

“Kenapa harus di Pendopo kalau kita punya Masjid Agung? Inilah saatnya kita menunjukkan tekad bersama untuk memakmurkan masjid kebanggaan Kota Bandung,” kata Farhan.

Masjid yang mampu menampung hingga 12 ribu jemaah ini, menurutnya, bukan sekadar tempat ibadah melainkan simbol sejarah dan identitas kota.

Ia mengenang masa kecilnya ketika diajak sang ayah salat Jumat di Masjid Agung, yang seringkali dilanjutkan dengan momen menyenangkan di Alun-Alun atau berbelanja kebutuhan Lebaran di kawasan Dalemkaum.

“Saya yakin kenangan seperti itu bukan hanya milik saya. Masjid ini punya nilai sejarah luar biasa bagi warga Bandung,” ucapnya.

Farhan juga membagikan pesan dari salah seorang gurunya, KH Athian Ali yang mengingatkannya bahwa membangun rumah di surga bukan hanya dengan mendirikan masjid, tetapi juga dengan memakmurkannya, rajin membersihkan, meramaikan, dan menghidupkan kegiatan ibadah di dalamnya.

“Ketika kita memakmurkan Masjid Agung ini, sesungguhnya kita sedang membangun rumah kita masing-masing di surga,” ucapnya

Selama Ramadan, Farhan menjadwalkan buka puasa bersama secara bergilir dengan warga dari 30 kecamatan di Kota Bandung. Setiap hari, satu kecamatan diundang untuk bersilaturahmi di Masjid Agung.

Ia menyebut, sejak hari pertama menjabat yang bertepatan dengan awal Ramadan, dirinya langsung berkeliling ke berbagai wilayah. Dari 151 kelurahan, ia telah mengunjungi 81 kelurahan dan berkomitmen menuntaskan kunjungan ke seluruh wilayah sebagai bentuk kedekatan pemimpin dengan warga.

Selain itu, Farhan menekankan fungsi Masjid Agung sebagai ruang tanpa sekat formal. Di dalam masjid semua jamaah setara.

“Di masjid tidak ada perbedaan. Mau saya presiden sekalipun, kalau menjadi makmum, tetap berdiri sejajar di belakang imam. Tidak ada saf khusus karena jabatan,” jelasnya.

Di luar itu, Farhan menyoroti makna Ramadan sebagai momentum membangun disiplin, baik secara spiritual maupun fisik. Penyesuaian jam kerja selama Ramadan, menurutnya bukan untuk mengurangi produktivitas melainkan memberi ruang lebih untuk ibadah dan memperkuat silaturahmi keluarga.

“Jam kerja maksimal sampai pukul 16.00 WIB agar ada waktu mempersiapkan buka puasa bersama keluarga. Ini bukan mengurangi kerja, tapi menambah nilai ibadah dan kebersamaan,” jelasnya.

Farhan pun membagikan rutinitas pribadinya selama Ramadan. Ia memilih tidur lebih awal agar dapat bangun pukul 03.00 WIB untuk sahur dan ibadah. Menurutnya, disiplin selama 30 hari Ramadan tidak hanya memperbaiki spiritualitas, tetapi juga berdampak positif bagi kesehatan tubuh.

“Cukup tidur 5 jam, jam 3 pagi sudah bangun lagi. Nah ini adalah sebuah siklus yang disiplin selama 1 bulan dalam 1 tahun itu insyaallah akan memperbaiki metabolisme tubuh kita menjadi lebih ringan. Insyaallah ini juga memberikan dampak kesehatan yang sangat baik,” pungkasnya. (Jm)