PARLEMENTARIA

Sasar Estetika Kota, Seluruh Pegawai DPRD Jabar Turun ke Jalan Gelar Operasi Semut

×

Sasar Estetika Kota, Seluruh Pegawai DPRD Jabar Turun ke Jalan Gelar Operasi Semut

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Semangat menjaga estetika kota dan kebersihan lingkungan ditunjukkan jajaran Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat. Melalui aksi nyata bertajuk “Operasi Semut”, seluruh pegawai turun ke jalan melakukan bersih-bersih massal di lingkungan sekitar kantor wakil rakyat tersebut, Senin (6/4/2026).

​Gerakan ini bukan sekadar seremoni. Aksi tersebut merupakan tindak lanjut konkret atas Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Barat Nomor 28/LH.01.04.02/DLH tentang Pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

​Sekretaris DPRD Jawa Barat, Dody Sukmayana menyebutkan, keterlibatan seluruh pegawai menjadi kunci keberhasilan gerakan ini demi menciptakan lingkungan kerja dan ruang publik yang nyaman.

​“Kami mendukung penuh Gerakan Indonesia ASRI. Hari ini, seluruh pegawai di lingkungan Sekretariat DPRD Jabar terlibat langsung dalam aksi bersih-bersih ini,” ujar Dody di sela kegiatan.

​Dody menjelaskan, mekanisme Operasi Semut ini akan menjadi agenda rutin. Rencananya, aksi bersih-bersih ini dilaksanakan dua kali dalam seminggu, yakni setiap Senin dan Rabu, selama satu jam sebelum aktivitas perkantoran dimulai.

​Untuk memastikan seluruh area terjamah, Sekretariat DPRD membagi zonasi menjadi empat wilayah:

​Area 1: Kawasan sekitar Pullman dan Grand Central Hotel (Bagian Program dan Keuangan).
​Area 2: Gedung DPRD Jabar dan pelataran Gedung Aset MPR RI (Bagian Umum).
​Area 3: Seputar Restoran Bancakan dan Bank Mandiri Taspen (Bagian Fasilitasi, Penganggaran, dan Pengawasan).
​Area 4: Kawasan Jalan Aria Jipang (Bagian Protokol, Persidangan, dan Perundang-undangan).

​Tak hanya menyapu jalan, para pegawai juga diinstruksikan untuk memilah sampah organik dan anorganik. Dody menambahkan, Gerakan Indonesia ASRI ini menyasar empat aspek krusial:

​Aman: Fokus pada ketertiban ruang publik dan mitigasi risiko lingkungan.
​Sehat: Menitikberatkan pada kualitas sanitasi dan pola hidup bersih sehat (PHBS).
​Resik: Optimalisasi pengelolaan sampah berbasis sumber melalui kerja bakti (korve).
​Indah: Penataan estetika, mulai dari penanaman pohon hingga penertiban atribut reklame yang mengganggu pemandangan.

​”Harapannya, aksi ini menjadi stimulan bagi masyarakat sekitar untuk bersama-sama menjaga wajah ibu kota Jawa Barat agar tetap asri dan nyaman bagi siapa saja,” pungkasnya. (Am)