KANAL

Sekda Sumedang: Dunia Hadapi Krisis Energi, Kenaikan BBM Mengancam Juni

×

Sekda Sumedang: Dunia Hadapi Krisis Energi, Kenaikan BBM Mengancam Juni

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Isu efisiensi energi menjadi sorotan utama dalam apel pagi gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Senin (6/4/2026). Apel tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati.

Di hadapan para kepala perangkat daerah, pejabat struktural, ASN hingga peserta PKL, Tuti menegaskan bahwa seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Sumedang harus mulai beradaptasi dengan kondisi global, khususnya krisis energi yang tengah melanda berbagai negara.

Menurut Tuti, kebijakan efisiensi energi menjadi langkah strategis yang harus segera diimplementasikan, seiring dampak situasi global dan geopolitik terhadap penyelenggaraan pemerintahan, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun daerah.

“Seluruh dunia saat ini menghadapi krisis energi. Oleh karena itu, kita harus mulai melakukan penghematan energi melalui berbagai kebijakan, dari pemerintah pusat hingga daerah,” ujar Tuti.

Ia menjelaskan, salah satu dampak yang perlu diantisipasi adalah potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada pertengahan tahun, yang akan berpengaruh terhadap berbagai sektor, termasuk pelaksanaan program pembangunan daerah.

Di Kabupaten Sumedang sendiri, terdapat ratusan paket pekerjaan pengadaan barang dan jasa yang berpotensi terdampak kenaikan harga. Karena itu, Tuti meminta percepatan pelaksanaan pembangunan, terutama pada sektor prioritas seperti infrastruktur jalan, irigasi, lingkungan hidup, pendidikan, dan kesehatan.

“Percepatan ini penting agar pekerjaan bisa dilaksanakan sebelum terjadi kenaikan harga yang signifikan, sehingga anggaran yang sudah dialokasikan dalam APBD tetap optimal,” jelasnya.

Selain itu, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Indonesia akan menghadapi fenomena El Nino yang berpotensi menyebabkan kemarau panjang selama 6 hingga 9 bulan. Kondisi ini diperkirakan akan memperparah krisis air dan energi.

Menyikapi hal tersebut, Tuti mengajak seluruh ASN untuk mulai menerapkan pola hidup hemat energi, baik di lingkungan kerja maupun di rumah tangga.

Di lingkungan perkantoran, ASN diminta lebih bijak dalam penggunaan listrik dan air, seperti mematikan lampu saat tidak diperlukan, mengatur penggunaan pendingin ruangan (AC), serta memastikan tidak ada kebocoran air.

“Kalau ruangan masih terang oleh cahaya matahari, mohon lampu dimatikan. AC juga digunakan seperlunya, jangan sampai menyala terus bahkan setelah jam kerja. Itu pemborosan,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Sumedang juga akan mulai menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi ASN setiap hari Jumat mulai pekan ini, sebagai upaya mendukung penghematan energi.

Tuti menegaskan, efisiensi tidak hanya berlaku pada anggaran pemerintah, tetapi juga harus menjadi kesadaran bersama bahwa setiap penggunaan sumber daya, baik pribadi maupun negara, harus dilakukan secara bijak.

“Sekarang kita harus lebih sadar bahwa setiap rupiah dan setiap sumber daya harus dihemat sebaik mungkin,” pungkasnya. (ZS)