KANAL

Setelah Rakit, Warga Swadaya Buat Jembatan Kayu di Cikatomas

×

Setelah Rakit, Warga Swadaya Buat Jembatan Kayu di Cikatomas

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID –
Pascaputusnya jembatan penghubung Desa Cayur dan Desa Sindang Asih di Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya, warga setempat secara swadaya membuat jembatan kayu.

Jembatan terbuat dari bronjong batu yang disambung menggunakan kayu dibuat warga dengan cara gotong royong.

“Alhamdulillah kang, meski dibuat dengan cara sederhana untuk kondisi seperti ini jelas sangat membantu.”

“Saya dan warga lain bisa melintas menuju perkotaan,” kata Didi, warga Desa Cayur saat dihubungi KAPOL.ID, Sabtu (11/07/2020) malam.

Namun, lanjut Didi, pengguna jembatan ini berani melintas itu harus melihat dulu kondisi debit air Sungai Cimedang.

“Kalau kita tidak melihat kondisi air jelas itu bahaya, soal jembatan itu terbilang dekat ke air,”

“Warga sekitar dengan swadaya membuat jembatan kayu di sekitar jembatan yang dulu putus,” terangnya.

Sekali menyebrang, kata dia, warga tidak dikenakan tarif alias seikhlasnya. Sebelumnya kan bisa menyebrang harus menggunakan rakit.

Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto, mengakui untuk pembuatan Jembatan Bailey di daerah Cikatomas belum bisa terlaksana.

“Selain membutuhkan biaya sangat mahal, waktu pengerjaan cukup lama, saat di Cipatujah saja itu setahun,” kata Ade.

Kemungkinan, lanjut dia, untuk solusi warga terdekat pembuatan jembatan darurat yang dibuat dari bambu dan kayu.

“Itupun akan kita coba agendakan pada tahun depan kita laksanakan,” tandasnya.

Dengan demikian, kata dia, bukan berarti tak ada biaya. Selain membutuhkan waktu, juga terus dikomunikasikan dengan Pemerintah Provinsi Jabar yang memiliki jembatan bailey.***