KAPOL.ID – Musibah kebakaran kembali menggegerkan warga di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Kali ini, si jago merah melumat habis dua unit rumah semi permanen di Kampung Sindanghurip, Desa Tenjowaringin, Kecamatan Salawu, pada Kamis malam (12/3/2026).
Api yang berkobar hebat sekitar pukul 23.00 WIB itu melahap habis bangunan beserta isinya milik keluarga Ojo dan Rian Hidayat. Ironisnya, peristiwa ini terjadi begitu cepat, tak kurang dari dua jam, bangunan yang sebagian besar berbahan bambu itu rata dengan tanah.
Sekretaris Desa Tenjowaringin, Nandang, mengungkapkan bahwa api muncul secara tiba-tiba saat penghuni rumah tengah beristirahat. Ketenangan malam seketika berubah menjadi kepanikan luar biasa.
”Api awalnya terlihat muncul dari bagian langit-langit rumah Pak Ojo. Beliau yang kaget melihat api di atas kepala langsung memboyong anak dan istrinya keluar rumah sambil berteriak minta tolong,” ujar Nandang saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.
Mendengar teriakan minta tolong, puluhan warga setempat langsung berhamburan keluar. Dengan peralatan seadanya, mereka berjibaku mencoba memadamkan api. Namun bukannya padam, kobaran api justru makin beringas hingga merembet ke rumah Rian Hidayat yang posisinya berdampingan.
Situasi di lapangan sempat mencekam.
Warga mengaku kewalahan lantaran material rumah yang didominasi anyaman bambu (bilik) membuat api dengan sangat cepat menjalar. Kondisi ini diperparah dengan sulitnya akses air di sekitar lokasi kejadian.
”Warga sudah berusaha maksimal, tapi api cepat sekali membesar. Apalagi material rumahnya mudah terbakar. Dalam waktu singkat, rumah tersebut roboh dan luluh lantak menjadi abu,” tambahnya.
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa nahas tersebut, kerugian materiil yang diderita kedua korban cukup besar. Seluruh barang berharga, mulai dari peralatan rumah tangga hingga dokumen penting, tak ada yang sempat diselamatkan.
”Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa atau luka. Namun kerugian ditaksir mencapai Rp 150 juta. Kedua keluarga kini terpaksa mengungsi karena harta benda mereka ludes terbakar,” pungkas Nandang (Adji Shg)






