POLITIK

Sikapi QC Lembaga Survei dan RC KPU dengan Dewasa

×

Sikapi QC Lembaga Survei dan RC KPU dengan Dewasa

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID –
Pengamat politik DR. Maulana Jannah meminta semua pihak dewasa menyikapi dinamika Pilkada Kabupaten Tasikmalaya.

Munculnya berbagai foto, karangan bunga hingga anomali quick count (QC) lembaga survei dengan real count (RC) KPU merupakan hal yang tak terpisahkan.

“Persoalannya hasil akhir dari proses penghitungan KPU itu belum selesai. Demokrasi telah hampir 20 tahun berjalan, dan kita harus semakin dewasa.”

“Jika ada ucapan selamat sebaiknya nanti saja, kurang elok dan kurang beretika jika terus disebarkan,” ujar Emje sapaan akrab Maulana, Jumat (11/12/2020).

Ia berharap demokrasi harus makin berkualitas, salah satunya dengan membangun sikap saling menghargai, dan tentunya berkomitmen pada aturan yang berlaku.

“Jangan ada yang mengklaim dulu kemenangan karena belum ada pengumuman resmi dari KPU.”

“Hari ini penyelenggara sedang dipertaruhkan integritasnya. Kita harus bersabar, jangan ada yang berperilaku melebihi KPU, itu menandakan ketidakdewasaan dalam berdemokrasi,” ujarnya.

Terkait dengan perbedaan angka menohok antara QC dan RC, akademisi di sejumlah perguruan tinggi Tasikmalaya ini memberikan analisa.

“Sebenarnya jika metode pengambilan sampel QC merata dan sesuai kaidah ilmiah hal tersebut bisa dipertanggungjawabkan.”

“Namun jika sebaliknya datanya tidak akurat dan dapat membingungkan publik. Ini yang terjadi sekarang,” ujar lelaki bergelar doktor dari UIN Jakarta ini.

Pada prinsipnya baik QC maupun RC, jelas DR. Maulana, sama-sama menggunakan basis data C1 di TPS.

Contoh jika QC 100 dari 1.000 TPS, sementara RC dari semua TPS yang dihitung secara tuntas.

“Makanya jangan berpolemik, karena RC masih terus berjalan. Dan angka-angka itu belum final sebelum pleno,” katanya. ***