KAPOL.ID – Ada kekuatan luar biasa dalam sebuah lagu yang ditulis dengan hati. Jauh sebelum menduduki kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman telah menggubah sebuah manifesto emosional bertajuk “Dream Sumedang”.
Kini, komposisi yang lahir dari rahim Dinas Pendidikan itu bukan lagi sekadar nada, melainkan ruh yang membakar semangat di setiap sudut sekolah.
Bukan Sekadar Lirik, Tapi Sebuah Janji Suci
Bagi Herman Suryatman, birokrasi bukan hanya soal tumpukan dokumen, melainkan tentang rasa dan visi. Lewat “Dream Sumedang”, ia menanamkan benih optimisme. Lagu ini adalah potret keresahan sekaligus harapan besar akan lahirnya generasi yang: Cerdas secara intelektual. Sejahtera secara lahiriah. Religius dalam spiritualitas.
Ia membuktikan bahwa membangun daerah harus dimulai dari pembangunan mentalitas, sebuah fondasi yang ia sebut sebagai semangat “Sumedang Simpati”.
Fenomena “The Revival”: Dari Ruang Rapat ke Lapangan Upacara
Lagu ini tengah mengalami masa renaissance atau kebangkitan kembali yang luar biasa. “Dream Sumedang” bertransformasi menjadi lagu wajib yang “viral” secara organik di lingkungan pendidikan:
Anthem Perjuangan Guru
Menjadi pembuka wajib dalam rapat koordinasi, mengubah suasana formal menjadi momen refleksi penuh energi.
Gema di Lapangan Upacara
Menyatu dengan khidmatnya barisan siswa, lagu ini menjadi instrumen penguat karakter yang meresap ke sanubari generasi muda.
Perekat Emosional
Saat dinyanyikan bersama oleh pendidik dan murid, muncul sebuah rasa kepemilikan (sense of belonging) yang kuat terhadap masa depan Sumedang.
Visi Tanpa Batas: Dari Sumedang Menuju Jawa Barat
Relevansi lagu ini yang melintasi zaman membuktikan satu hal: Visi yang tulus takkan pernah basi. Di tengah gempuran transformasi digital, “Dream Sumedang” hadir sebagai jangkar yang menjaga akar budaya tetap kuat.
“Lagu ini punya kekuatan magis. Ada pengingat di setiap baitnya bahwa kita adalah arsitek masa depan daerah ini,” ujar seorang praktisi pendidikan dengan nada bangga.
Kini, dengan peran strategisnya sebagai Sekda Jawa Barat, resonansi mimpi Herman Suryatman terasa kian bergaung luas. Ia menunjukkan bahwa seorang pemimpin sejati adalah ia yang mampu membuat orang lain meyakini, menyanyikan, dan memperjuangkan mimpi yang sama.
“Dream Sumedang” adalah bukti autentik bahwa kemajuan besar selalu bermula dari sebuah impian sederhana yang dirawat dengan doa dan kerja keras. (Teguh)












