KAPOL.ID – Kondisi sarana pendidikan di Jawa Barat kembali menjadi sorotan tajam. Kali ini, keterbatasan Ruang Kelas Baru (RKB) dan fasilitas praktik di salah satu SMK Negeri di Kabupaten Majalengka dinilai sudah tidak sebanding dengan membludaknya jumlah siswa.
Kenyataan pahit tersebut terungkap saat Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat melakukan kunjungan kerja ke Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) Wilayah IX Jabar di Majalengka, Rabu (18/2/2026).
Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Encep Sugiana, menyebutkan bahwa perkembangan program keahlian di sekolah tersebut sejatinya sangat pesat. Bahkan, lulusannya banyak diserap oleh industri di sekitar Majalengka. Namun sayangnya, prestasi tersebut tidak dibarengi dengan fasilitas yang mumpuni
”Sangat mendesak. SMK ini butuh tambahan ruang kelas dan tempat praktik. Siswanya terus bertambah, program keahliannya berkembang, tapi ruang belajarnya malah terbatas,” ujar Encep
Menurut politisi senior ini, kendala utama masih berkutat pada efisiensi anggaran tahun 2025 yang berdampak langsung pada operasional di tingkat Cabang Dinas. Dampaknya, penguatan sarana dan prasarana pendidikan menjadi sedikit tersendat.
”Dari evaluasi yang kami lakukan, ada kendala operasional karena efisiensi anggaran. Ini yang harus kita perkuat ke depannya,” katanya.
Menyikapi hal itu, Encep mendorong agar Cadisdik Wilayah IX bergerak cepat menyusun langkah strategis. Pihaknya meminta agar kebutuhan prioritas ini masuk dalam skema anggaran tahun 2026 dan 2027 supaya pembangunan sarana pendidikan lebih tepat sasaran.
Tak hanya sekadar bicara, Komisi V berencana melakukan tindak lanjut dengan meninjau langsung kondisi sekolah tersebut dan membawanya ke meja rapat kerja bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
”Harapannya, kebutuhan di Majalengka ini bisa terakomodasi dalam kebijakan anggaran provinsi. Jangan sampai sektor pendidikan kita tertinggal, karena ini menyangkut masa depan masyarakat,” pungkasnya (Jm)












