KAPOL.ID – Masa depan siswa setelah lulus dari bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) menjadi perhatian serius jajaran manajemen SMAN 16 Bandung. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan menggelar ajang EduFair sebagai jembatan informasi bagi siswa menuju jenjang pendidikan tinggi.
Kepala SMAN 16 Bandung, Iman Budiman, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa kegiatan EduFair ini merupakan agenda rutin tahunan di sekolahnya. Tujuannya jelas, yakni memberikan referensi seluas-luasnya kepada siswa kelas 12 mengenai perguruan tinggi, khususnya swasta yang ada di wilayah Bandung dan Jawa Barat.
”Ini pengalaman pertama bagi saya di sini, namun setelah berdiskusi dengan ketua pelaksana dan guru BK, EduFair ini sangat krusial. Kita ingin anak-anak memiliki banyak pilihan. Jika di negeri belum rezeki, mereka sudah punya data lengkap tentang kampus swasta yang berkualitas,” ujar Iman saat ditemui di sekolah, Rabu (14/1/2026)
Menurut Iman, data menunjukkan sekitar 68 hingga 70 persen lulusan SMAN 16 Bandung melanjutkan ke perguruan tinggi. Sisanya memilih untuk bekerja atau berwirausaha melalui program Student Company yang dikembangkan sekolah.
Tak hanya fokus pada akademik, SMAN 16 Bandung juga tancap gas mengimplementasikan program “Gerbang Pancawaluya” yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Iman menegaskan, pembentukan karakter yang berlandaskan filosofi Cager, Bager, Bener, Pinter, dan Singer menjadi ruh dalam kegiatan harian siswa.
”Kami ingin anak-anak sehat jasmani dan rohani. Selain program keagamaan seperti salat duha dan literasi Al-Qur’an setiap hari, kami juga mendorong jiwa Singer atau responsif terhadap masyarakat,” tuturnya.
Salah satu bukti nyata adalah kolaborasi dengan BRIN dalam penelitian sanitasi dan drainase di lingkungan Kiaracondong.
“Siswa terjun langsung meneliti masalah banjir dan kesehatan lingkungan. Ini penting agar ilmu mereka bermanfaat bagi warga sekitar,” tambahnya.
Rencananya, pada bulan April mendatang, pihak sekolah juga akan menggelar IHT (In-House Training) Pancawaluya yang melibatkan guru, komite, hingga orang tua siswa.
Disinggung mengenai isu radikalisme yang sempat mencuat di kalangan pelajar beberapa waktu lalu, Iman memastikan SMAN 16 Bandung proaktif melakukan pencegahan. Melalui pembinaan karakter setiap hari Rabu, pihak sekolah rutin mengundang narasumber luar, termasuk tokoh Sunda Ceu Popong hingga unsur TNI/Polri.
”Setiap Rabu kelas 10 dikumpulkan di lapangan sebelum KBM. Kita tanamkan cinta NKRI agar tidak terpapar paham radikal, terorisme, hingga mencegah keterlibatan dalam geng motor. Kolaborasi dengan Polsek dan Koramil terus kita perkuat,” tegas Iman.
Sementara itu, Ketua Pelaksana EduFair SMAN 16 Bandung, Rini Rahmawati, S.Psi., menjelaskan bahwa tahun ini terdapat 19 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan 2 lembaga bimbingan belajar yang ikut serta.
Rini menekankan bahwa EduFair ini menjadi solusi efisien bagi siswa untuk mendapatkan informasi mendalam tanpa harus mendatangi kampus satu per satu.
”Masuk ke PTN itu persaingannya ketat. Dari sekitar 400 siswa yang lulus, mungkin hanya 100 yang terserap di negeri. Maka 300 siswa lainnya perlu wadah informasi. Di sini mereka bisa tanya langsung soal jurusan, biaya, hingga prospek kerja tanpa perlu habis waktu mencari ke web atau datang ke lokasi kampus,” pungkas Rini.






