KAPOL.ID –
Pemkot Tasikmalaya menyiapkan berbagai strategi atasi angka stunting– balita gagal tumbuh– akibat kekurangan asupan gizi.
Data yang dimiliki pemerintah, terdapat 6.263 balita di Kota Tasikmalaya yang membutuhkan intervensi agar tumbuh normal.
“Secara prevalensi angka stunting mencapai 14,81 persen. Kita bukan yang tertinggi, juga yang terendah di Jabar,” kata Sekda Kota Tasikmalaya, Ivan Dicksan, Selasa (9/8/2022).
Pada rapat Percepatan Penurunan Stunting di Sambel Hejo, ia mengatakan butuh strategi agar stunting dapat teratasi.
“Semisal pemahaman memberikan asupan gizi yang baik kepada anak mulai dari ibu hamil sampai anaknya dilahirkan.”
“Makanan yang bergizi tidak harus mahal. Yang terpenting keseimbangan gizinya. Karena dari kearifan lokal, banyak makanan memiliki gizi tinggi,” katanya.
Stunting sendiri baru akan tampak saat anak mencapai usia 2 tahun. Meskipun saat dalam kandungan mengalami kekurangan asupan gizi.
Penyuluhan kepada pasangan yang akan dan baru menikah sangat penting agar angka stunting tidak terus bertambah.
“Peran masyarakat untuk datang ke posyandu perlu ditingkatkan lagi. Supaya termonitor perkembangan bayi serta kesehatan ibunya oleh petugas,” katanya. ***












