BIROKRASI

Subagio: Penggunaan Anggaran Covid-19 Harus Tepat Sasaran

×

Subagio: Penggunaan Anggaran Covid-19 Harus Tepat Sasaran

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Kepala Inspektorat Kabupaten Sumedang, Subagio mengatakan pandemi Covid-19 berdampak terhadap berbagai aspek dalam pemerintahan.

Dikatakan, pemerintah melakukan refocusing dan realokasi anggaran yang secara khusus untuk penanganan Covid-19.

Berkaca dari itu, pihaknya tetap melakukan pengawasan terhadap pelaksanaannya.

“Anggaran tersebut, harus betul betul sesuai dengan sasaran yang di capai,” kata Subagio Rabu (8/7/2020).

Sehingga, akan tetap dilakukan pengujian, monitoring, evaluasi, reviu dan penilaian soal anggaran tersebut.

Evaluasi, kata dia, dilakukan sejak pelaksanaan PSBB hingga masuk ke masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau ‘New Normal’.

“Anggaran yang terserap diantaranya untuk pembelian APD, masker dan kepentingan Jaring Pengaman Sosial (JPS) juga penanganan dampak ekonomi,” ucapnya.

“Jadi peran kami memantau, apakah sudah benar soal pembelian APD tersebut?,”. ujarnya

Bahkan, bagaimana cara pembelian barang dan jasanya dan seperti apa penyalurannya?.

“Juga, apa sudah betul dalam penyaluranya?,” ujar Subagio.

Sementara, anggaran yang dimasukan ke Belanja Tak terduga (BTT) yakni Rp 1,6 Miliar.

Itu, guna penanganan pencegahan Covid-19 juga hasil refocusing dan realokasi yang bertambah menjadi 209 Mikiar.

Namun, ujar dia menambahkan, anggaran itu tidak terserap semua.

“Anggaran bantuan sosial yang dikeluarkan Rp 7,5 Miliar. Namun, karena jangkauan terlalu luas maka kami menggunakan sistem manajemen resiko,” tuturnya.

Resiko tertinggi dijadijan sampel atau contoh untuk meyakinkan bahwa benar dana tersebut tersampaikan sesuai secara skala prioritas.

Untuk pengawasan bantuan sosial, pihaknya menggunakan mitigasi resiko (Langkah mengurangi kerugian dampak resiko).

“Mana resiko yang tertinggi, itu yang kami lakukan sampel. Alhamdulillah yang kami lakukan berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Ia berharap pandemi corona bisa merubah menjadi endemi.

“Kalau pandemi ini sangat global berberbeda dengan endemi. Karena dampak pendemi ini sangat terasa sekali bagi perkembangan ekonomi,” ujarnya.

Diharapkan wabah corona segera berakhir agar semua bisa kembali beraktivitas seperti biasa. (Ceng)***