KAPOL.ID –
Direktur Yayasan Taman Jingga, Ipa Zumrotul Falihah tanggapi body checking tanpa busana finalis Miss Universe Indonesia yang terungkap baru-baru ini.
Ia mengaku kaget sekaligus menyayangkan ajang kontestasi kecantikan tersebut ada perlakuan yang diduga melecehkan martabat kaum perempuan.
“Informasi yang saya dapat body checking seluruh badan tanpa busana sampai terjadi saat pemotretan.”
“Kemudian berlangsung di ruangan yang tidak privat oleh oknum tanpa pemberitahuan sebelumnya,” katanya, Kamis (10/8/2023).
Ipa menilai, apa yang terjadi pada sesi pemotretan tersebut sudah keterlaluan dan diindikasikan melanggar UU TPKS.
Selain itu, dalam segi norma agama juga patut diduga merendahkan martabat perempuan.
“Idealnya sebuah kompetisi itu adu ide gagasan, karya dan inovasi. Bukan eksploitasi perempuan seperti yang terjadi dalam proses penjaringan di Miss Universe Indonesia,” ucapnya.
Direktur yayasan yang bermarkas di Kota Tasikmalaya Jawa Barat ini berharap, kementerian terkait bisa meninjau ulang izin ajang kontestasi kecantikan ini.
Agar tidak ada lagi kejadian serupa yang merendahkan martabat perempuan. Karena manusia bermanfaat bukan karena kecantikan badannya saja.
“Melainkan dari perbuatannya hasil karyanya, kontribusinya yang bisa bermanfaat untuk masyarakat juga untuk bangsa dan negara ini,” kata Ipa.***






