KAPOL.ID – ASPEK (Aspiratif Pengusaha Kecil) ISTIMEWA Kabupaten Sumedang tancap gas mendukung program penguatan ekonomi kerakyatan. Tak tanggung-tanggung, organisasi ini resmi merilis rencana kerja strategis melalui akselerasi program PRIMA DESA.
Langkah ini dirancang sebagai upaya nyata menciptakan kemandirian pangan dan ekonomi di level akar rumput. Kuncinya satu: kolaborasi solid, termasuk menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai mitra strategis di lapangan.
Ketua ASPEK Sumedang, Ade Muhammad Sulaeman menegaskan, inisiatif ini merupakan wujud komitmen pihaknya untuk menjadi katalisator pembangunan desa yang modern dan berkelanjutan.
”Kita ingin desa bukan hanya jadi penonton, tapi pemain utama dalam ekonomi. ASPEK ISTIMEWA hadir untuk memastikan pembangunan itu berjalan konsisten,” ungkap Ade.
Salah satu poin krusial yang menjadi bidikan utama adalah penguatan sektor pangan melalui kemitraan dengan BULOG. ASPEK ISTIMEWA bakal bergerak aktif di tiga lini utama: penyerapan gabah dan beras petani lokal, optimalisasi sistem pergudangan, hingga jasa pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah produk.
Tak hanya soal urusan perut dan BULOG, Ade menyebut pihaknya telah menyiapkan peta jalan (roadmap) komprehensif yang mencakup delapan pilar program unggulan.
Mulai dari budidaya komoditas unggulan T1P4k, sirkulasi demplot sebagai pusat edukasi, hingga urusan hilirisasi dan perdagangan ekspor. Bahkan, sentuhan teknologi tepat guna dan program sosial turut masuk dalam radar eksekusi.
Menindaklanjuti rencana besar tersebut, manajemen ASPEK ISTIMEWA Sumedang langsung menginstruksikan seluruh anggotanya di daerah untuk segera menyisir dan menyiapkan Data Potensi Desa. Data ini krusial sebagai dasar penentuan desa yang akan dijadikan pilot project (proyek percontohan).
Ade pun mewanti-wanti pasukannya di lapangan agar tidak main-main dalam menjalankan amanah ini.
”Saya imbau seluruh rekan untuk membangun struktur organisasi kerja yang berkomitmen, solid, dan punya integritas tinggi. Keberhasilan PRIMA DESA ini sangat bergantung pada kesiapan data lapangan dan militansi tim dalam mengeksekusi program,” tegas Ade.
Melalui integrasi hulu hingga hilir ini, ASPEK ISTIMEWA optimistis mampu menghadirkan perubahan signifikan bagi kesejahteraan masyarakat desa sekaligus menjaga marwah kedaulatan pangan nasional. (Teguh/Zs)






