BISNIS

Tempe Dan Tahu Makin Langsing, Harga Normal

×

Tempe Dan Tahu Makin Langsing, Harga Normal

Sebarkan artikel ini
Aktivitas perdagangan tahu tempe di Pasar Singaparna Kabupaten Tasikmalaya masih normal, Selasa (25/10/2022).*

KAPOL.ID –
Edaran para pengurus kopti tentang mogok produksi yang rencananya akan dilakukan pada akhir pekan ini, menimbulkan pro dan kontra.

Bahkan dari para pembeli sendiri mengatakan, mogok produksi tak membuahkan solusi yang maksimal.

“Sudah berkali-kali harga kedelai naik, para pemilik pabrik melakukan mogok produksi, tapi kenyataannya kenaikan harga kedelai tetap saja terjadi.”

“Dan para pemilik pabrik juga akhirnya berproduksi lagi, ini kan sama saja. Dari aksi mogok produksi itu nggak membuahkan hasil sesuai yang diharapkan,” kata seorang warga yang bisa membeli tahu dan tempe di Pasar Singaparna.

Sementara itu menurut para pedagang tahu dan tempe di Pasar Singaparna alangkah baiknya tidak dengan cara mogok produksi.

“Cara yang efektif itu dengan cara mengurangi ukuran atau lebih langsing, sedangkan harga tetap normal. Dan itu sudah kita lakukan, hasilnya pun cukup memuaskan.”

“Para konsumen pun jarang ada yang protes, karena memang mereka juga sudah mengetahui jika harga kedelai sedang naik,” kata Daday penjual tempe dan tahu di pasar Singaparna.

Namun sebaliknya jika protes tersebut dilakukan dengan cara mogok produksi, maka dampaknya akan lebih merugikan banyak pihak.

“Kalau mogok produksi, dari mulai pemilik pabrik mereka akan rugi karena tidak memproduksi. Kami sebagai penjual di pasar, pasti bakal ngagur karena tak ada barang.”

“Kondumen yang biasa membeli tahu dan tempe pasti kelabakan karena tidak ada tahu dan tempe di pasar. Makanya dampaknya akan besar sekali,” kata Daday.***